HomeCelotehPesawat Kepresidenan, Jokowi Mah Bebas

Pesawat Kepresidenan, Jokowi Mah Bebas

Berbuat tidak adil lebih memalukan daripada menderita dalam ketidakadilan.” ~ Plato


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]omisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melarang Jokowi sebagai capres petahana  untuk menggunakan pesawat kepresidenan selama menjalani kampanye. Hal itu sesuai dengan aturan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Jadi siapa di antara kalian yang mau protes? Awas loh kalau sampai protes, sama aja kan kalian melawan Undang-undang. Jika kalian melawan Undang-undang sama saja dong kalian minta tiket gratis masuk penjara. Wkwkwk.

Menurut Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, meski Jokowi peserta Pilpres 2019, namun bukan berarti pengamanan terhadap dirinya longgar. Untuk itu, pihaknya tetap merujuk pada PP yang mengatur tentang standarisasi pengamanan presiden, termasuk penggunaan pesawat kepresidenan.

Bener juga sih apa yang dibilang Wahyu, kalau memang pengamanan presiden standarnya menggunakan pesawat, ya berarti diperbolehkan dong. Kan jadi tidak mungkin misalnya presiden kampanye naik kijang, naik odong-odong atau naik kuda, aspek keamanannya gimana? Wkwkwk.

Wahyu sempat enggan menanggapi pandangan berbagai pihak yang mengatakan penggunaan pesawat kepresidenan merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Ajegile, banyak amat yang nyinyirin presiden ya? Giliran presiden blusukan, dibilang nyolong tugas camat. Giliran presiden mau terlihat wibawa, dibilang penyalahgunaan kekuasaan. Wkwkwk.

Intinya gengs, selain PP, KPU juga merujuk pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal 305 UU Pemilu menjelaskan tentang fasilitas negara yang melekat pada presiden saat masa kampanye, termasuk fasilitas menyangkut pengamanan, kesehatan, dan protokoler dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan secara profesional dan proporsional.

Kebetulan Presiden RI jadi capres, oleh karena itu, mohon dipahami gengs. Sepakat apa sepaket? Wkwkwk. Click To Tweet
Baca juga :  Tetap Puas Meski BBM Naik?

Nah, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, mewanti-wanti agar Jokowi tidak menyalahgunakan penggunaan pesawat tersebut dengan mengangkut tim suksesnya.

- Advertisement -

Menurutnya, jika dalam pesawat itu Jokowi turut mengangkut tim sukses selama proses kampanye, maka itu berarti Jokowi telah melanggar aturan. Mungkin maksud Ferdinand, enggak boleh sampai ketahuan publik apalagi oposisi. Bisa “abis lu!Wkwkwk. (G35)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Ketika Anies Jadi Cover Boy

Baru-baru ini, warga Kota Malang, Jawa Timur, diramaikan oleh kemunculan tabloid-tabloid bergambarkan muka Anies. Anies sukses jadi cover boy?

Mengapa Mahfud Kebut UU PDP?

Setelah ramai serangan Bjorka pada pejabat, Mahfud MD berjanji agar UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) segera disahkan oleh DPR.

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...