HomeCelotehPertamina Kok Dijual?

Pertamina Kok Dijual?

Kecil Besar

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.” ~ Bung Karno


Pinterpolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]i antara kalian ada yang paham enggak tentang aset Pertamina yang ingin dijual itu?

Duh, kok kamu diam-diam saja sih kalau sudah paham, kasih tau eyke dong gengs.

Ya udah kalau gak mau ngasih tahu, eyke mau sok tahu deh, tapi kalau salah koreksi loh ya, jangan diam-diam saja.

PT Pertamina (Persero) memberi keterangan resmi terkait beredarnya surat penjualan aset milik perseroan. Perusahaan pelat merah tersebut membenarkan pihaknya berencana melepas aset.

Rencana pelepasan aset perseroan yang diusulkan ke pemerintah selaku pemegang saham sebagai rencana bisnis untuk meningkatkan kinerja portofolio bisnis Pertamina ke depan.

Aduh, eyke enggak paham nih maksudnya apa gengs. Hehehe.

Lanjut ya gengs, aset yang rencananya akan dilepas 100 persen ini merupakan milik Pertamina yang prosesnya telah diatur dalam AD/ART perusahaan.

Berdasarkan AD/ART itu untuk melakukan pelepasan aset perlu dilakukan kajian yang komprehensif serta diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Weleh-weleh.

Yakin nih gak bahaya untuk kestabilan harga bahan bakar nantinya? Hufft….

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menyampaikan surat yang diusulkan Pertamina kepada pemerintah itu masih berupa izin prinsip, yaitu perizinan kepada pemegang saham untuk melakukan kajian atas rencana-rencana aksi korporasi strategis Pertamina.

Pelepasan aset merupakan upaya menyehatkan portofolio investasi, sehingga Pertamina tidak memiliki kecondongan risiko pada satu aset tertentu.

Waduh, berasa tinggal di Amerika Serikat (AS), segala aset dilepas ke swasta gengs. Ya kalau AS, pasarnya mendunia. Lha kalau Indonesia? GSP dicabut aja pemerintah berasa mau gantung diri hehehe.

Meski begitu Pertamina mengatakan akan tetap mempertahankan kendali dalam bisnis tersebut. Selain itu, penilaian aset akan dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat untuk Pertamina dan negara.

Baca juga :  Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Nah, dengan menggandeng mitra bisnis yang tepat, kita bisa mendapatkan nilai tambah, baik dari segi teknologi, perluasan pasar dan networking bisnis, dengan mempertahankan kendali bisnis, dan ini sesuatu yang lumrah dalam bisnis korporasi.

Aduh, dikelola Kementerian BUMN aja sering goyang, bagaimana kalau dilepas ke swasta? Masalahnya apa menjadi jaminan ketika dipegang swasta tidak akan ada tekanan ke pemerintah? Lha ini kan aset negara, kalau dilepas ke asing malah menyalahi UUD 1945 dong?

Eh, ini tekanannya bukan hanya soal harga doang loh pak, kalau tekanannya mengancam kebijakan pemerintah nantinya gimana? Apa gak makin pusing tuh?

Nah-nah gengs, sudah lah ya. Sudah mulai gatal ini kepala saya. Gimana, kalian sudah merasakan kutu di kepala berjoget ala dua jari? Kalau kutu di kepala eyke sih udah joget semenjak tahu kabar ini ahahaha. 

Hmm, jangan-jangan ada yang sedang nyari untung nih di tengah harga dollar yang lagi anjlok. Atau buat kampanye mungkin? Husss, hati-hati loh! Praduga tak bersalah cuy!

Gatal ya gengs, rasanya pengen botakin rambut, kayak pemerintah sukanya botakin jatah BUMN. Ahahaha. Bercanda ya gengs. (G35)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...