HomeCelotehPeluru Idola Gatot, Kemenangan Prabowo

Peluru Idola Gatot, Kemenangan Prabowo

Kecil Besar

“Saya mulai belajar bertenak ayam bertelur”. – Gatot Nurmantyo


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]ata galau memang hanya 5 huruf, namun berjuta-juta rasanya. Project Pop memang hanya bilang jatuh cinta lah yang berjuta rasanya. Ternyata itu juga sama dengan kegalauan yang oleh KBBI diartikan sebagai keadaan pikiran yang kacau atau tidak karuan.

Baru habis diputusin pacar, galau. Skripsi ditolak dosen pembimbing, galau. Diajak makan burger padahal lagi program diet, galau. Mau liburan tapi kehabisan tiket kereta, galau.

Tapi, kalau mau makan, terus di dompet cuma ada Pattimura, itu mah derita cuy. Hehehe. Emang tanggal segini tuh udah mulai memasuki tanggal-tanggal tua, walaupun masih di pertengahan bulan. Hadeh.

Nah, perasaan galau itu awalnya diungkapkan oleh mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Beberapa hari lalu, doi menyebut masih galau menyatakan dukungan untuk Pilpres 2019 ini.

Soalnya, Pak Jokowi adalah yang mengangkat dia jadi Panglima TNI, jadi nggak etis kalau berseberangan. Sementara, Pak Prabowo adalah idolanya waktu masih berpangkat rendah di militer. Waktu itu kan operasi militer yang dipimpin Prabowo semuanya berhasil. Nggak heran lah doi jadi idola.

Bisa jadi juga diajaknya jenderal Gatot ini adalah untuk mengimbangi pernyataan Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang bilang bahwa pengacau Pemilu akan berhadapan dengan militer. Share on X

Tapi, kelihatannya kegalauan jenderal Gatot kini udah berkurang banyak. Soalnya, kemaren doi datang di acara Pidato Kebangsaan Prabowo di Surabaya.

Nggak cuma itu, doi juga sempat ikutan berpidato dan menyampaikan beberapa hal, yang kalau diperhatikan emang mengkritik pemerintahan Pak Jokowi.

Misalnya, jenderal Gatot ngritik soal anggaran pertahanan yang terlalu kecil. Terus juga soal pencopotan beberapa petinggi militer yang berprestasi.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Hmm, udah bisa dipastikan nih jenderal Gatot nggak galau lagi. Jadi pas hari pencoblosan nanti udah yakin mau “menikam” gambar yang mana. Eh, mencoblos maksudnya, menikam mah sadis cuy.

Apalagi, Prabowo juga udah bilang bahwa Gatot bakal jadi salah satu menteri kalau doi menang.

Hmm, tapi kalau yang ini mah kasihan sih sebenarnya. Iyalah, kasihan ayam-ayamnya jenderal Gatot, ditinggal tuannya yang aktif lagi dalam urusan bernegara. Kan jenderal Gatot pernah bilang bakal jadi peternak ayam saat pensiun. Hehehe.

Yang jelas, adanya jenderal Gatot di kubu Prabowo ini emang bakal bikin kubu Jokowi ketar-ketir. Soalnya, doi masih sangat kuat, apalagi kalau ngomongin soal pengaruh di lingkungan TNI saat ini.

Bisa jadi juga diajaknya jenderal Gatot ini adalah untuk mengimbangi pernyataan Panglima TNI Hadi Tjahjanto beberapa hari lalu yang bilang bahwa pengacau Pemilu akan berhadapan dengan militer.

Jenderal Gatot kan dari Angkatan Darat, matra terkuat di TNI. Sementara Hadi dari Angkatan Udara. Udah pasti lah ini adalah persaingan pengaruh, sekalipun Gatot udah pensiun.

Beh, bakal makin panas ini. Soalnya dua kubu udah memainkan stratagi imitation game alias “lu jual, gua beli”.

Terus, apakah ini berarti peluang Prabowo menang jadi makin besar?

Bisa jadi. Soalnya pendukungnya jenderal Gatot juga nggak sedikit loh. Doi juga jadi salah satu tokoh militer Indonesia yang “ditakuti” oleh negara luar. Amerika Serikat aja sempat ngelarang doi masuk ke negaranya. Pun Australia yang sepertinya nggak begitu suka sama Gatot.

Buat kita sebagai masyarakat, yang penting mah kondisinya tetap aman. Warteg tetap bisa buka, harga nasi rames masih terjangkau, dan tiket bioskop masih terbeli lah. Siapa pun presidennya, kalau rumah kita kena musibah, yang nolongin itu tetangga kita cuy. Bukan timses Jokowi dan Prabowo. (S13)

Baca juga :  Gas, Rem, dan Harga Kekuasaan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.