HomeFokus BUMNPelindo 1 Tingkatkan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Pelindo 1 Tingkatkan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Kecil Besar

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau  Pelindo 1 terus tingkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di seluruh pelabuhan yang menjadi pintu masuk ke Indonesia.


PinterPolitik.com

Hal itu sejalan dengan arahan Pemerintah dalam Surat Edaran Kementerian BUMN dengan Nomor SE-1/MBU/03/2020 tentang kewaspadaan terhadap penyebaran Corona Virus Disease.

SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo 1, M. Eriansyah mengatakan berbagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona telah dilakukan Pelindo 1 sejak awal tahun 2020.

“Pelindo 1 turut aktif dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan Pelindo 1, baik itu untuk awak kapal, penumpang, pegawai, dan juga melalui media sosial untuk masyarakat umum. Pelindo 1 terus mendukung pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan wabah Corona,” ujar  M. Eriansyah.

Adapun pengawasan yang dilakukan Pelindo 1 dilakukan sejak kapal akan bersandar di pelabuhan dengan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke seluruh awak kapal dan kapal dapat dilayani setelah berstatus bebas karantina.

Upaya ini diterapkan di seluruh pelabuhan milik Pelindo 1 yang meliputi provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau yang melayani bongkar muat cargo domestik maupun internasional terutama dari negara asal cargo (impor) yang terdampak virus Corona.

Untuk area terminal penumpang, telah dipasang thermal scanner untuk pemeriksaan suhu tubuh para penumpang di seluruh terminal penumpang yang meliputi Terminal Penumpang Tanjungpinang, Belawan, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Asahan, dan Dumai. Para penumpang yang turun dari kapal juga langsung dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Selain itu, Pelindo 1 memasang papan informasi yang berisi tentang bahaya virus Corona serta cara pencegahannya, menyediakan hand sanitizer, serta membagikan masker kepada para penumpang.

Baca juga :  RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pelindo 1 juga terus berkoordinasi dengan KKP dan/atau Dinas Kesehatan setempat, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan Kementerian Perhubungan melalui Otoritas Pelabuhan dan Kantor Syahbandar serta sejumlah instansi terkait lainnya dalam pengawasan dan pencegahan penyebaran virus Corona.

Pelindo 1 mewajbkan seluruh petugas operasional dan para pandu untuk selalu menggunakan masker khusus, Alat Pelindung Diri (APD), kaca mata, dan sarung tangan dalam melakukan tugasnya. Serta melakukan sosialisasi antisipasi penyebaran virus Corona kepada para pegawai di seluruh cabang Pelindo 1. (R58)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_img

#Trending Article

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...