HomeCelotehPDIP Dikeroyok di Bali

PDIP Dikeroyok di Bali

Kondisi panas menjelang pendaftaran Pilkada juga terjadi di Bali. Di Pulau Dewata yang merupakan basis Partai Banteng ini, PDI Perjuangan dikeroyok enam partai sekaligus!


PinterPolitik.com

“Golkar bersatu dan berada di dalam KRB penuh. Golkar seyakin-yakinnya ada dalam KRB, bukan koalisi yang lain.”

[dropcap]T[/dropcap]ekad bulat ini dikatakan Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, terkait dukungan Partai Kuning kepada Rai Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Bali di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak nanti.

Dukungan ini juga menempatkan Golkar sebagai salah satu partai yang tergabung dalam ikatan Koalisi Rakyat Bali (KRB), bersama Demokrat, Gerindra, NasDem, PKS, dan PBB.  Bersatunya enam partai ini, menyisakan PDI Perjuangan yang berjuang sendirian dengan mengusung  I Wayan Koster–Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Bagi PDIP, tak masalah harus berjuang sendirian, karena mereka sudah punya 26 kursi. Sementara KRB, walau sudah main keroyokan, tapi hanya mampu menembus 28 kursi saja, selisih yang sangat tipis sekali. Jadi wajar saja kalau PDIP masih begitu percaya diri, walau ingin dijegal ramai-ramai.

Apalagi setelah diusut-usut, ternyata Ketut Sudikerta sendiri masih keberatan kalau namanya dicatut sebagai cawagub. Kabarnya sih, kader Golkar ini tidak direstui oleh keluarganya untuk maju di Pemilihan Gubernur. Waduh, mau dipromosikan jadi pejabat kok enggak boleh ya?

Sampai-sampai Sekertaris Jenderal Golkar yang sebentar lagi dilengserkan, Idrus Marham, pun harus turun tangan. Katanya, “Golkar sangat mengapresiasi perjuangan Pak Kerta selama ini. Tapi apa bisa, Pak Kerta kembali berkorban lagi demi kejayaan Partainya di Pulau Dewata?” Widiih, rayuan Pak Idrus ‘maut’ juga yah.

Baca juga :  Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan
- Advertisement -

Jadi ini ceritanya, KRB mau ngeroyok Banteng tapi jagoannya masing angot-angotan disuruh duel. Jangan-jangan, Pak Kerta takut kualat kalau harus melawan Banteng. Soalnya kan, Bali punya sejarah yang mendalam dengan trah Soekarno. Gimana enggak, nenek moyang Soekarno kan asli Bali. Masa mau melawan sesepuh?

Tapi siapapun nanti yang akan diusung KRB, memang harus punya pamor yang kuat agar bisa melawan Banteng. Secara dari zaman old hingga now, Bali masih dikenal sebagai lumbung suara tetap Partai Banteng. Jadi walau mainnya keroyokan, bisa saja nanti hasilnya masih berupa ‘pil pahit’. Tapi bila berhasil menang, berarti ada yang salah dengan Partai Banteng. Kita lihat nanti saja. (R24)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Ketika Anies Jadi Cover Boy

Baru-baru ini, warga Kota Malang, Jawa Timur, diramaikan oleh kemunculan tabloid-tabloid bergambarkan muka Anies. Anies sukses jadi cover boy?

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...