HomeCelotehPasangan Rindu, Cagub Gembul

Pasangan Rindu, Cagub Gembul

Kecil Besar

“Penamaan program-program unggulan Rindu dengan nama kuliner dimaksudkan agar gampang diingat saat disosialisasikan ke masyarakat.” ~ Koordinator Tim Pakar dan Materi pasangan Rindu, Ridwansyah Yusuf


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]agi anak “sekolahan”, menghafal pelajaran bukanlah pekerjaan gampang. Sebab itu, banyak pengajar yang menggunakan “jembatan keledai” agar apa yang dihafalkan itu bisa cepat masuk ke kepala dan bertahan lama di memori muridnya. Nah, bagaimana membuat cara membuat jembatan keledainya, tergantung kreativitas masing-masing.

Kalau bagi Ridwan Kamil, jembatan keledai yang kerap ia gunakan adalah dengan menyingkat kalimat menjadi sebuah kata baru yang terkadang unik dan lucu. Jadi kalau program yang akan ia tawarkan sebagai calon gubernur Jawa Barat menggunakan istilah yang “aneh-aneh”, itu sih sudah enggak kaget lagi.

Bersama pasangannya, Uu Ruzhanul Ulum yang inisial keduanya disingkat menjadi Rindu, sudah mempersiapkan berbagai program yang akan dijalankan kelak kalau terpilih sebagai orang nomor satu dan dua di negeri Pasundan tersebut. Program yang disebut sebagai Nawaitu (niatan) itu, terdiri dari beraneka ragam jenis makanan.

Makanan ini juga bukan sembarang makanan, karena khas dari wilayah barat Jawa. Salah satunya ada Laja, Semur, Jamu, Opak, Wajit, Cikur, Talas, Lemper, hingga bubur. Euleeuh euleeuh, apa enggak malah lapar ya yang dengerin penjelasannya nanti? Atau jangan-jangan, jelasinnya entar sambil ngunyah juga? Wew, asooy banget itu.

Tapi kalau kata Ridwansyah, dengan semua suguhan makanan itu, pasangan Rindu akan memastikan kalau masyarakat Jabar enggak hanya kenyang, tapi juga makmur, sejahtera, hingga bahagia. Soalnya, dari urusan pangan, sandang, papan, hingga infrastruktur adalah bahan baku makanan tersebut.

Misalnya aja Laja yang singkatan dari LApangan kerJA, Semur yang berarti SEMbako MURah, serta Jamu yang diartikan sebagai JAlan MUlus. Hmm, kalau begitu hati-hati ajalah bila meminta jamu sama pasangan Rindu, jangan-jangan nanti malah dikasih semen sama pasir lagi! Weleh-weleeeh.

Walaupun program Nawaitu-nya Rindu lebih banyak bikin pendengarnya jadi lapar dan perut keruyukan, tapi setidaknya menurut Ekonom Theodore Levitt dari Harvard Business School, istilah-istilah itu membuktikan kreativitas pasangan Rindu. Sementara kalau mampu menciptakan sesuatu yang baru, namanya inovatif. Jadi pasangan Rindu cuma kreatif atau juga inovatif? Tapi yang pasti sih gembul ya! (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...