HomeCelotehPA 212: Jokowers Taubat Nasional!

PA 212: Jokowers Taubat Nasional!

Kecil Besar

“Pemerintah dan agama sama-sama menjadi alat penindasan?”


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]eseleo-nya lidah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu berhasil membuat dirinya, Presiden Jokowi, dan juga partai pengusung mendapatkan sebuah gelar baru.

Gelar yang didapat Ahok itu adalah sang penista agama, kalau Jokowi beserta partai pendukungnya mendapatkan gelar geng kafir, kelompok sesat, hingga pendukung penista agama. Weleh-weleh.

Sebenarnya, masih banyak lagi gelar-gelar lain yang disandangkan kepada Presiden Jokowi beserta partai pendukungnya gengs. Tapi eyke enggan menyebutkan satu persatu karena eyke takut ditegur sama Jokowers dan Paspampers gengs. Wkwkwk.

Eh, enggak deng gengs bercanda, eyke enggak beberin satu persatu karena kalimatnya itu tidak sopan. Lagian juga masa sih presiden sebagai simbol negara harus kita ejek dan maki-maki terus menerus. Kasihan dong gengs, mereka sudah capek-capek urus negara masa enggak kita beri apresiasi dengan baik. Ehehehe.

Oh iya gengs, kalau bicara apresiasi, menurut kalian apa mungkin yang dikatakan persaudaraan alumni (PA) 212 ini juga termasuk bentuk apresiasi untuk pemerintahan Jokowi?

Jadi gini gengs, baru saja PA 212 mengucapkan harapan atas terpilihnya KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi. Harapan PA 212, Ma’ruf bisa membuat calon presiden petahana itu beserta pendukungnya bisa taubat nasional. Waduh ahaha.

Kalau menurut Jubir PA 212 Novel Chaidir Hasan, Ma’ruf diharap bisa mengajak Jokowi dan pengikutnya untuk memahami nilai-nilai agama yang harus dijunjung tinggi. Weleh-weleh.

Novel juga mengklaim pemerintah yang kita lihat sekarang ini memiliki banyak masalah, salah satunya adalah masalah keadilan. Novel melihat keadilan tidak bisa dinikmati oleh masyarakat banyak, khususnya umat Islam. Hmmm, masa sih bang?

Apa benar gengs hanya umat Islam saja yang hari ini tidak menikmati keadilan dalam hidup bernegara di Indonesia? Kayaknya enggak ya gengs. Kalau bicara keadilan, eyke sepakat. Tapi kalau cuman umat Islam doang, pikir-pikir lagi deh bang.

Oh iya gengs, selain berbicara soal keadilan, Novel juga sempat menduga kalau ada grand design paham komunis yang merekayasa, sehingga bangsa Indonesia menjadi terpecah belah dan saling sikut-sikutan. Sampai-sampai Novel juga bilang kalau TNI dan Polri sedang jadi domba yang enggak berhenti main tubruk-tubrukan. Ckckck.

Parah ya Novel, segala pakai nuduh rezim Jokowi komunis, terus juga bilang kalau TNI Polri lagi jadi domba aduan. Uuuu, belum aja nih Bang Novel diseruduk sama kesatuan Polisi dan TNI. Kalau eyke mah ampun deh bang. Wkwkwk.

Jadi gimana nih gengs, siapa di antara kalian yang sepakat kalau Jokowi and the gengs itu komunis? Nah siapa juga nih di antara kalian yang sepakat kalau Jokowi end the gengs acara bikin acara taubat nasional?

Kalau eyke sih gengs akan lebih sepakat lagi kalau peserta taubat nasionalnya itu dihadiri oleh seluruh politikus Indonesia karena yang ngaco kayaknya bukan kubu Jokowi doang deh. Hehehe. (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...