HomeCelotehOSO-Sudding Sesama Mbalelo

OSO-Sudding Sesama Mbalelo

Kecil Besar

Walau Wiranto mengatakan kericuhan Hanura sudah usai dengan keputusan “kembali ke nol”, namun sepertinya baik OSO dan Sudding masih saja mbalelo.


PinterPolitik.com

“Kelompok Syarifuddin Sudding belum puas karena dikembalikannya OSO sebagai ketua umum. Saat ini sebenarnya hanya jeda sebentar saja untuk memperlancar proses verifikasi faktual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).”

[dropcap]S[/dropcap]epertinya campur tangan Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina Hanura, sudah tidak ampuh lagi di partai bentukannya. Sebab walau dikabarkan sudah islah, namun dalam kenyataannya perselisihan diantara kubu Oesman Sapta Odang (OSO) dan Syarifudin Sudding masih terus berlanjut.

Ibarat anak-anak yang lagi rebutan mainan, pihak yang disuruh ngalah sama papanya terpaksa menerima tapi menyimpan dendam di dada. Itu sifat yang tidak terpuji ya Nak, enggak boleh dipelihara dong. Apalagi kalau sampai berlarut-larut, ih nanti jadi penyakit baru tahu rasa lho.

Sialnya, walau ketua umum versi Sudding, yaitu Daryatmo sudah bersedia mengalah, eh OSO malah mempertahankan kesombongannya. Bukannya mengulurkan tangan persahabatan, ia malah makin meruncingkan suasana dengan tetap ‘mengucilkan’ Sudding yang dianggapnya sudah dipecat secara resmi.

Padahal kan, Papa Wiranto untuk ngasih strategi jitu dengan memutuskan untuk sama-sama kembali ke nol. Strategi ala pom bensin ini, maksudnya kan mengembalikan Sudding ke posisinya semula, yaitu sekertaris jenderal. Bukannya tetap mendepak orang seenaknya. Ah, kok jadi pada mbalelo begini sih?

Walhasil, islah yang dilakukan kemarin pun jadi mubazir, percuma, engga ada gunanya, dan lain sebagainya. Saling klaim lagi, saling ngincar posisi lagi, tunjuk-tunjukan lagi. Ah, orang-orang yang haus kekuasaan ini sepertinya memang udah pada enggak punya logika sama sekali.

Lucunya, pertikaian ini ternyata mengenai istilah genjatan senjata segala. Sudding yang katanya sudah siap untuk membuat Hanura tandingan, konon sengaja menunda serangan sampai verifikasi faktual yang dilakukan KPU selesai lebih dulu. Kalau semua sudah selesai, baru deh dia akan mengerahkan massanya lagi. Hmm, mengapa ya?

Mungkin di dalam hatinya Sudding, ia tidak benar-benar ingin membuat Hanura tandingan ya. Jangan-jangan, kabar ini dihembuskan agar kata hatinya tetap didengarkan rekan sejawatnya saja? Kalau memang ingin menggembosi Hanura, bukannya masa verifikasi adalah saat yang tepat untuk menjegalnya? (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...