HomeCelotehOso, Spesialis Memecah Belah

Oso, Spesialis Memecah Belah

Kecil Besar

Perpecahan mengancam Partai Hanura. Herannya, perpecahan selalu terjadi di setiap organisasi yang dimasuki Oso. Apakah ia spesialis memecah belah?


PinterPolitik.com

“Dalam konflik Hanura sebaiknya munculkan orang yang loyal tapi perspektifnya baik.” ~ Pakar hukum tata negara, Refly Harun.

[dropcap]U[/dropcap]sai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Hanura kubu Ambara, Oesman Sapta Odang (Oso) resmi mendapatkan surat pemecatan dari seluruh pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura. Tapi apakah Oso menerimanya? Tentu saja tidak, ia malah melaporkan Syarifudin Sudding – sang penggagas Munaslub, ke Kepolisian.

Sikap Oso yang arogan ini, ternyata bagi sebagian orang bukan hal yang aneh. Mengapa? Karena di organisasi lainnya, seperti di Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), pengusaha asal Kalimantan ini ternyata dikenal sebagai spesialisnya memecah belah.

Di mana ada Oso, pasti organisasi itu akan terpecah belah. Dari berbagai pemberitaan juga terbetik selentingan kalau Oso kerap mengambil keuntungan dari lembaga-lembaga yang dimasukinya. Wah, bahaya dong ya. Bahkan Kadin juga pernah menerbitkan surat pemecatan mereka bagi pemilik Oso Group ini.

Kepemimpinan Oso di DPD sendiri, menurut Refli, sebenarnya sudah memperlihatkan kalau pengusaha kaya ini sering menabrak aturan. Hanya demi mendapatkan jabatan dan gaji yang lumayan besar, Oso yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR bahkan “memaksa” diri untuk menjadi ketua DPD. Padahal seharusnya, DPD tidak boleh dimasuki oleh “orang partai”.

Tapi pertanyaannya, kalau memang memiliki nama buruk, mengapa Wiranto malah memintanya untuk mengetuai Hanura? Apakah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ini belum pernah mendengar kabar tentang dirinya tersebut? Dan kini, setelah para kadernya memutuskan untuk mendepak Oso, Wiranto pun sepertinya masih enggan untuk bersikap.

Padahal tanpa adanya kepastian dari Wiranto, bisa saja Hanura akan benar-benar terpecah belah. Apalagi Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhukam) telah ada di tangan Oso, sehingga segala legal, ia masih menjadi penguasa dari Hanura. Tak heran pula kalau Oso pernah mengancam akan memecat Wiranto sendiri dari Hanura. Waduh, membingungkan sekali. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...