HomeCelotehOpa, Bocah Tua Nakal

Opa, Bocah Tua Nakal

Kecil Besar

Permintaan Jusuf Kalla agar Jokowi mau bersikap ‘nakal’ supaya diperhatikan di dunia Internasional, ditanggapi Maruarar Sirait. Menurutnya, mungkin suatu saat Jokowi yang akan meminta JK untuk ‘nakal’.


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]D[/dropcap]alam dunia perpolitikan, kenakalan kadang membawa keberuntungan. Anak nakal biasanya akan lebih dikenal, daripada anak pandai tapi lebih suka duduk nyempil dipojokan. Begitulah wejangan Opa pada Pakde, di suatu sore.

Menurut Opa, selama ini pamor Pakde sebagai Ketua RW tidak banyak dikenal masyarakat ditingkat Kelurahan. Padahal untuk maju sebagai Camat, nama Pakde minimal harus mendapatkan kesan tersendiri di masyarakat. (Baca juga: Indonesia Memble di Asean?)

“Kamu itu sudah tidak kaya, enggak nakal pula. Bagaimana orang bisa mengenal namamu,” celoteh Opa sambil menimang-nimang rokok klobot-nya. Jadi wajar saja kalau Pakde enggak masuk hitungan sebagai kandidat di pemilihan ketua camat.

“Coba liat itu, Si Jumping atau Fu Cin Cau, baru aja keluar mobil, semua orang langsung ngeluarin henponnya. Bahkan ada yang langsung live streaming segala! Padahal apasih mobilnya, kan roda empat juga. Tapi mereknya itu yang aneh, makanya mereka bingung itu sebenarnya mobil atau bajaj,” cerocos Opa lagi.

Walaupun Pakde begitu dikenal dan dihormati warganya, namun pamornya masih belum terdengar di telinga para petinggi kelurahan. “Gimana mau dimasukin ke vlog, kalau datang rapat ke kelurahan aja jalan kaki. Keringatnya kemana-mana lagi,” gerutu Opa lagi.

Makanya, Opa menyarankan Pakde untuk nakal saja. Seperti si Krepes yang kalau ngomong kayak orang ngamuk, gebrak-gebrak meja segala. Emang banyak yang pikir dia gila, tapi bagi Opa, lebih baik dikira gila daripada bukan siapa-siapa. Lihat saja Pakde, dilirik orang aja enggak.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Dibilang begitu, Pakde hanya diam dan manggut-manggut saja kepalanya. Padahal Bang Ara yang ikut duduk mendengarkan, jadi merah kupingnya. “Opa enggak boleh bilang begitu, masa Pakde yang tenang dan berdedikasi ini disamakan dengan si Krepes yang tukang pukul itu!” protesnya.

Mendengar protes Ara, Opa hanya memberi lirikan saja. Ia sibuk mengulum-ulum klobot di mulutnya. Tangannya sibuk memainkan pemantik api. Namun baru akan ia bakar klobot itu, tiba-tiba apinya mati sendiri. Hembusan angin yang datang tiba-tiba membuat Opa terkejut, makin terperanjat lagi ketika melihat Oma sudah ada dibelakangnya.

“Jangan dengarkan apa kata Opa! ” kata Oma, sambil mencabut paksa rokok klobot di mulutnya. “Dia sejak muda memang dikenal nakal. Bolos sekolah dan merokok saja kerjanya,” gerutu Oma sambil menghancurkan klobot itu dengan tangannya. “Ah, Opa bocah tua nakal rupanya,” kata Ara tertawa. Sementara Opa hanya bisa memandang Oma dengan wajah nelangsa. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...