HomeCelotehNyinyir Politik di Nikahan Ayang

Nyinyir Politik di Nikahan Ayang

Kecil Besar

Namanya Presiden, urusan rabi bisa sepolitis itu, lho.


PinterPolitik.com 

[dropcap]D[/dropcap]i manapun, siapapun, dan mau kapanpun itu, pernikahan pasti rumit. Tak terkecuali bagi Presiden Jokowi. Malah, untuk sang Presiden, kerumitannya bisa berkali-kali lipat dibandingkan kita-kita ini, rakyat jelata.

Apa sebab? Ya, karena acara manten saja bisa jadi sumbu debat, komentar, bahkan juga nyinyir, baik dari para haters maupun pendukungnya. Mau bagaimana pun upacara perkawinan putri Jokowi, berlangsung, ia bisa jadi serangan politis.

Dimulai dari tamu-tamu undangannya yang sebagian diisi oleh klan dan pejabat-pejabat royal. Sebut saja Anies Baswedan, pendekar alias Gubernur DKI Jakarta baru, Klan Yudhoyono mantan Presiden RI beserta anak dan handai taulan, hingga Cak Imin yang tebar senyum sana -sini. Dari kehadiran mereka saja, penonton sudah sok menerjemahkan adanya taktik strategi koalisi antik. Padahal, siapa tahu tamu-tamu agung ini datang ya memang untuk icip-icip kudapan pesta dan silaturahmi.

Nah, nyinyiran nyelekit ala haters kali ini datang dari duo silet Wakil Ketua DPR, Pak Fadli dan Fahri Hamzah. Ya, bisa jadi mereka iri sebab tak sampai undangannya. Ya, barangkali lho, ya.

 

Twit Pak Fadli memang terkesan biasa saja, tidak mendalam sama sekali. Tapi di sana terkandung makna jika seolah-olah, prestasi Jokowi ini adalah perkara menikahkan anak saja. Ndilalah..

Itu baru komentar dari Pak Fadli Zon, wakil ketua DPR lainnya, lord Fahri Hamzah, juga tak ketinggalan ikut komentar dan nyinyir. Menurut bliyo, pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution harusnya dilakukan sederhana dan pesta kecil saja. Cukup diumumkan lewat Twitter atau vlog (video blog).

Komentar ngawurnya ini, ternyata dinotis langsung oleh yang punya hajat, Presiden Jokowi. Menurutnya, hajatan pernikahan putrinya adalah hajatan ala orang kampung yang tidak mewah. Ehem Pak, orang kampung mana sih yang menyebar undangan sampai 8000 tamu plus relawan-relawannya pula?

Yah, bagaimana pun itu, pernikahan putri Pak Jokowi adalah sebuah bukti sahih, kalau dalam politik, semua bisa dijadikan serangan. Termasuk ya pernikahan Kahiyang, anaknya. Tapi ada yang paling penting lagi, pernikahan Kahiyang ini, bisa kita lihat juga sebagai alarm, betapa DPR kita itu sudah sangat memprihatinkan, kalau tak mau dibilang malu-maluin.

#PapaMintaBantal Setya Novanto (sumber: NET TV)

Sebab, selain duo silet Wakil Ketua DPR yang ngawur cocotnya ngurusin nikahan, ketua DPR-nya sibuk memenuhi panggilan KPK sampai ketiduran di nikahan orang #PapaMintaBantal. (A27)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Jangan Remehkan Golput

Golput menjadi momok, padahal mampu melahirkan harapan politik baru. PinterPolitik.com Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 tunai sudah. Kini giliran analisis hingga euforia yang tersisa dan...

Laki-Laki Takut Kuota Gender?

Berbeda dengan anggota DPR perempuan, anggota DPR laki-laki ternyata lebih skeptis terhadap kebijakan kuota gender 30% untuk perempuan. PinterPolitik.com Ella S. Prihatini menemukan sebuah fakta menarik...

Menjadi Pragmatis Bersama Prabowo

Mendorong rakyat menerima sogokan politik di masa Pilkada? Prabowo ajak rakyat menyeleweng? PinterPolitik.com Dalam pidato berdurasi 12 menit lebih beberapa menit, Prabowo sukses memancing berbagai respon....