HomeCelotehMenteri Susi “Mengancam” Nelayan

Menteri Susi “Mengancam” Nelayan

Kecil Besar

Diizinkannya penggunaan kembali oleh para nelayan, ternyata juga diiringi dengan ancaman dari Menteri Susi. Apa ancamannya?


PinterPolitik.com

“Jadi (izin penggunaan cantrang) diperpanjang tanpa batasan waktu, tapi tidak boleh menambah kapal.” ~ Juru Bicara Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Hadi Santoso

[dropcap]P[/dropcap]ekik kemenangan, rasa syukur, dan tangis kebahagiaan sontak terdengar saat Hadi Santoso mengumumkan keputusan Presiden Jokowi tersebut dihadapan para nelayan yang berunjuk rasa di depan Istana, Rabu (17/1) kemarin. Bagaimana tidak, dengan adanya keputusan itu, mereka bisa kembali melaut dengan menggunakan jala cantrang untuk menangkap ikan.

Urusan cantrang bagi nelayan adalah urusan bertahan hidup. Tak mungkin bagi mereka menangkap ikan hanya dengan kail dan umpan saja, bisa enggak makan apa-apa nantinya. Jala atau cantrang, bagi nelayan adalah sumber nafkah. Bukan semata hanya urusan perut, tapi juga sekolah anak-anak mereka. Betapa mereka kehilangan semuanya, bila keputusan larangan cantrang itu benar-benar dilaksanakan.

Beruntunglah, pada akhirnya pemberlakuan larangan itu ditunda tanpa batas waktu. Walau tidak sepenuhnya dicabut atau dianulir, tapi tidak dianggap melawan negara saja sudah sangat berarti bagi mereka. Karena itu pula, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti pun bertekad untuk menyatakannya sendiri dihadapan para nelayan.

Ada beberapa kemungkinan mengapa Menteri Susi nekad menerobos penjagaan, hanya untuk dapat mengumumkan langsung keputusan tersebut dengan para pengunjuk rasa. Pertama, selama ini pelarangan tersebut membuat namanya jadi buruk dimata para nelayan. Gara-gara melarang cantrang, ia memang jadi musuh besar bagi warga pesisir.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Kedua, upaya ini juga untuk mengingatkan para nelayan kalau keputusan penundaan itu juga punya syarat-syarat yang berlaku. Dan kalau syarat itu tidak dipenuhi, maka hukumannya adalah: ditenggelamkan! Sangat “Susi” sekali. Tapi masa iya, pemilik Susi Air ini berani ngancam para nelayan segala?

Hmmm, ternyata ancaman untuk penenggelaman ini kalau para nelayan berani menambah kapal nelayan atau berani mencari ikan di luar perairan Jawa. Oh, kalau itu sih,  para nelayan tidak keberatan. Paling para bandarnya aja yang kelimpungan, ahay! Selain itu, Menteri Susi mengingatkan para nelayan kalau perairan Indonesia adalah milik mereka. Jadi kalau ada kapal asing masuk tanpa izin, akan diapakan sodara-sodara? TENGGELAMKAN! Ah, para nelayan ini memang polos-polos sekali. (R24)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...