HomeCelotehMendagri ‘Sentil’ Sandiaga Uno

Mendagri ‘Sentil’ Sandiaga Uno

Kecil Besar

“Tidak etis pernyataan Wagub DKI Sandiago Uno mengaitkan Presiden Joko Widodo dan mantan PM Malaysia. Sangat disayangkan pernyataan Sandi, apalagi posisinya sebagai Wagub DKI.” ~ Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo.


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]asil Pemilu Malaysia 2018 sepertinya disambut positif banyak politikus di Indonesia. Terutama mereka yang berasal dari kubu oposisi. Tidak ayal jika kondisi serupa diharapkan terjadi juga di Indonesia. Kubu oposisi juga menginginkan dapat melengserkan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) agar tidak berlanjut dua periode. Tapi pertanyaannya, apakah etis jika seorang Wakil Gubernur yang notabene adalah bawahan dari sang Presiden juga ikut menyuarakan hal ini?

Nyatanya, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, yang juga adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menghendaki kondisi hasil Pemilu di Malaysia bisa terjadi di Indonesia. Artinya Bang Sandi berharap Jokowi lengser dung? Padahal yang lantik Bang Sandi jadi Wagub DKI kan Presiden Jokowi. Wew.

Pantesan aja banyak kalangan yang menganggap pernyataan Sandi gak etis. Termasuk Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang menyayangkan pernyataan Sandi karena menyamakan kondisi Malaysia dengan Indonesia yang akan menggelar pemilihan umum tahun depan. Nah loh, di-notice Kemendagri!

Bagian mananya coba yang sama? Apa Bang Sandi mau mengarahkan seolah Presiden Jokowi memiliki permasalahan yang sama dengan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak sehingga berpotensi untuk ditumbangkan dalam pemilu? Cuma atas dasar asumsi permasalahan ekonomi dan lapangan kerja gitu?

Itu mah subyektif atuh. Kalau pakar ekonomi yang digunakan sebagai referensi Bang Sandi adalah orang yang pro oposisi, ya pasti hasil analisanya Indonesia sedang darurat ini dan itu. Padahal kan gak sebenar-benarnya kayak gitu. Toh kalau debat terbuka, semua tudingan itu bisa ditepis secara akuntabel oleh Pemerintah.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Isu yang diangkat partai oposisi Malaysia memang serupa dengan apa yang diangkat partai oposisi di Indonesia. Tapi ada perbedaan esensinya loh. Apa yang ditudingkan oleh partai oposisi Malaysia terhadap Pemerintahan Najib terbukti adanya. Nah kalau di sini kan baru sebatas isu aja. Malahan banyakan hoax-nya.

Di sisi lain, Najib tumbang juga karena dia menyimpan dua dosa besar terkait skandal korupsi 1MDB (1 Malaysia Development Berhad) yang diduga bernilai hingga US$ 4,5 miliar (Rp 63,8 triliun). Belum lagi perihal kasus pembunuhan seorang wanita, Altantuya Shaaribuu pada tahun 2006. Ini mah dosanya udah banyak.

Jadi aneh aja kalau Bang Sandi lantas menyamakan kemenangan partai oposisi di Pemilu di Malaysia bisa diulang pada Pemilu di Indonesia cuma berdasarkan hal tadi. Hadeuh. Berandai-andai sih boleh aja, tapi jangan diikuti dengan tudingan gak berdasar dung. Kan keliatan norkinya. Tapi gak apa juga sih, kecuali Bang Sandi sendiri yang mau mendapat sanksi dinonaktifkan sama Kemendagri, hahaha. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...