HomeCelotehMendagri, Rawon, dan Kerupuk

Mendagri, Rawon, dan Kerupuk

Kecil Besar

Kalau bagi Mendagri, KPU melakukan verifikasi faktual keseluruh partai atau tidak, itu enggak ngaruh. Ibarat makan nasi rawon enggak pake kerupuk.


PinterPolitik.com

“Putusan MK itu (ibarat) makan nasi rawon. Mau pakai kerupuk atau tidak, itu bukan harus dilakukan.” ~ Tjahjo Kumolo

[dropcap]M[/dropcap]enjelang pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar pada tahun depan, sejumlah partai baru berduyun-duyun mengajukan gugatan pada Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menuntut agar seluruh partai politik (Parpol) juga harus diverifikasi ulang, jadi jangan hanya yang baru saja.

Nah, MK ternyata mengamini tuntutan para parpol anyar itu. Tapi efeknya, parpol lawas pun jadi gondok. Ya mereka kan jadi harus kerja mengumpulkan dokumen lagi, dan jumlah tentu enggak sedikit lho. Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga ketiban kerjaan tambahan, karena ada 12 parpol lawas yang harus mereka periksa.

Menyikapi kerjaan tambahan ini, ternyata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menanggapinya enteng. Saking santainya, ia mengibaratkan kerjaan tambahan itu seperti kerupuk saat makan Nasi Rawon. Hadeuh, kerjaan kok disamain ama masakan daging berkuah hitam itu sih?

Mungkin saat diwawancara, Pak Tjahjo belum makan. Jadi saat mencari pengibaratan, ia memilih untuk menggunakan makanan khas Jawa Timur itu. Bisa jadi, Pak Tjahjo sebenarnya lagi ngidam pingin makan Rawon. Tapi Pak, bagi penggemar kerupuk, makan Rawon tanpa kerupuk itu, seperti ada yang kurang deh. Apalagi kalau enggak pakai telur asin, waduuuuh, kurang sreseeeep!

Kurang sresep itu juga yang dirasakan oleh para parpol anyar. Sebenarnya mereka itukan ngiri sama parpol-parpol lawas yang dikasih kerupuk, kerupuk udang lagi. Hmm, laziiiz. Tapi kok, sama-sama makan Nasi Rawon yang dikasih kerupuk cuma  yang udah punya kursi di legislatif doang? Enggak adil dong, Pak!

Nah, jadi siapa bilang kalau makan Nasi Rawon enggak pakai kerupuk juga enggak apa-apa? Ya apa-apalah. Itu namanya keadilan. Kebersamaan. Makanya jadi banyak yang protes, apalagi kalau udah enggak dikasih kerupuk, telur asinnya enggak ada pula. Mendingan enggak makan Rawon sekalian kan? Hadeuuuh, jadi lapar! (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...