HomeCelotehLoyalitas Romantis Surya Paloh

Loyalitas Romantis Surya Paloh

Kecil Besar

“Calon presiden kita cuma satu, tidak ada keraguan, mantap hati, memohon doa, ya Allah bukakan lah hati mayarakat dan rakyat agar kembali tempatkan pilihannya kepada capres kami, Presiden Jokowi.” ~ Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]arena cinta tidak mesti memiliki. Uuuu so sweet-nya, begitulah kata yang pas untuk loyalitas Surya Paloh akan dukungannya terhadap Jokowi. Mendukung tanpa berharap mendapatkan posisi Cawapres. Wow, serius tuh gak tergiur? Padahal semua parpol sedang berlomba-lomba mendapatkan posisi itu. Ini kok malah gak mau ya.

Surya Paloh kan mantan politisi senior Golkar. Pasti udah berpengalaman dalam melakukan negosiasi politik. Ya semacam komunikasi tingkat dewa gitu. Jadi meski mau, ya ga mesti nunjukin kalau mau, cukup stay cool aja. Toh, Presiden tau persis seberapa besar kontribusi Surya pada Pemerintahan Jokowi saat ini.

Caba aja bayangin, Jokowi tanpa punya media massa pendukung di belakangnya. Apa dia masih bisa survive dari berbagai terpaan kritik pedas partai oposisi? Beuh, berat banget itu. Karena Surya sadar akan hal itu, maka Jokowi perlu sebuah media partner dalam mempromosikan segala prestasi pemerintah. Tanpa dirinya, apalah Jokowi, begitu lah kira-kira.

Jadi apa artinya Jokowi udah tersandera dengan Surya? Bisa jadi gitu. Presiden kita yang satu ini kan memang masuk kategori Media Darling. Sudah pasti partai politik yang memiliki afiliasi dengan media massa akan berlomba-lomba lomba mendekati. Kan lumayan kecipratan citra positif dari pemerintah, syukur-syukur kecipratan dananya juga hahaha.

Diantara ketua umum partai pendukung Jokowi, sejauh ini memang Surya yang keliatan memiliki hubungan paling romantis. Emangnya Muhaimin Iskandar dari PKB itu, yang hobi membelot di tengah jalan. Ah ga level lah ya, kalau loyalitas Surya disamain sama dia. Sama seperti slogan unggulan Partai Nasdem yang sering didengungkan itu tuh, Politik Tanpa Mahar.

Baca juga :  Kicepisme Pragmatis Politik

Lalu apa yang sebenarnya yang dia cari dalam mendukung Jokowi, kalau bukan untuk posisi Cawapres? Tunggu dulu. Ga semua politisi itu punya ambisi yang sama kok. Sebagai Ketua Umum Partai, ya tentu aja dia punya hasrat tersendiri. Lalu apa hasratnya? Gak muluk-muluk kok, dia menargetkan Nasdem menjadi partai tiga besar dalam Pilkada nanti.

Dikenang menjadi ketua umum partai terbaik di negeri ini, itulah cita-citanya. Diplomatis sekali ya, kayak di film-film gitu, romantis penuh drama. Tapi kalau sampai Jokowi menganggap loyalitas Surya ini begitu adanya tanpa pengharapan lain, artinya dia gak peka. Udah didukung penuh tapi gak dapat apa-apa. Widih, Jokowi, apa yang kamu lakukan pada Surya itu jahat. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...