HomeCelotehKelihaian Antisipasi KPK

Kelihaian Antisipasi KPK

Kecil Besar

Keberhasilan KPK membongkar aksi sinetron Setya Novanto, harus diberi diapresiasi tinggi. Semoga saja sejak saat ini, Papa tidak bisa berkeliaran dengan bebas lagi.


PinterPolitik.com

Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya kepleset juga….

[dropcap]S[/dropcap]eperti itulah akhir melodrama yang dilakoni Papa. Akibat ide cerita yang kurang kreatif serta sutradara yang kurang berani, adegan sinetron “Kejarlah Papa” pun berakhir anti-klimaks.

Padahal biaya pembuatannya cukup mahal, karena melibatkan satu mobil Fortuner ringsek dan tiang lampu yang gagal berakting menjadi tiang listrik. Semua cuma gara-gara pemain utamanya kurang berani menjiwai peran, karena menolak terlihat lebih babak belur lagi.

Padahal, kalau Papa bersedia dibocorkan kepalanya dan dipatahkan kakinya, tentu akan membuat penonton sedikit bersimpati padanya. Apalagi bila adegannya dibuat lebih tragis, seperti mobilnya jatuh ke dalam jurang lalu meledak. Wah, tentu akan lebih mendebarkan lagi.

Sayangnya, ide cerita dengan kronologi dangkal yang dilakoni Papa, membuat penonton Indonesia mencela. Lebih kecewanya lagi, andai KPK sebagai tokoh protagonis bertindak terlalu klise, yaitu dengan percaya begitu saja pada alasan para buronan.

Tapi untungnya, para pemburu yang ada di KPK sudah hapal betul teori tiga babak koruptor, apalagi kalau bukan kabur, pura-pura sakit, atau hilang ingatan. Jadi, sebelum kecele dan menjadi sasaran hinaan penonton, mereka pun melakukan antipasi.

Tanpa diduga, KPK sudah mencium gelagat kalau Papa akan melakukan trik lamanya lagi. Karena itu, mereka akhirnya mendatangi kelompok yang isinya para petinggi dokter. Dengan kerjasama profesional keduanya, bahkan rumah sakit pun tak bisa berkutik.

Berkat kelihaian KPK yang mendekati para dokter independen juga, mereka mendapat riwayat kesehatan Papa yang sebenar-benarnya. Akibatnya, sandiwara Papa pun berakhir sebagaimana seharusnya. Para penonton riang gembira dan para pemburu KPK juga bisa bernapas lega. Sang cicak ternyata mampu restorasi jalan cerita.

Sejatinya koruptor tempatnya memang dipenjara, karena itulah yang hakiki dari nasibnya. Para koruptor boleh saja berubah menjadi tupai yang melompat-lompat, tapi dengan kerjasama antara cicak dan pepohonan, para tupai akan kepleset juga pada akhirnya. Semoga terpleset-nya Papa, dapat diikuti oleh tupai-tupai lainnya. Hajar terus KPK! (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...