HomeCelotehKasih Mama Kepada Beta

Kasih Mama Kepada Beta

Kecil Besar

Tak terhingga sepanjang masaaa… Hanya memberi tak harap kembaliii…


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]B[/dropcap]agai sang suryaaa menyinari duniaaa…

egitulah lagu yang paling tepat untuk menggambarkan Mama bangsa ini, Mama Mega. Mama Mega mengatakan kepada anaknya yang punya cita-cita tinggi agar jangan takut. Pasti ada cara untuk mendapatkan modal, kalau kamu percaya. Tapi, dengar-dengar modal Mama masih banyak, kok.

Ayamnya mama di kandang juga belum habis. Selain ada yang petelur dan pedaging untuk berbisnis, banyak juga ayam sabungnya. Sejak anak-anaknya masih kecil, Mama memang mengajarkan anak-anaknya tidak hanya berbisnis, tapi juga judi. Menurutnya, gambling adalah salah satu esensi hidup, makanya sekarang suka gambling di semua provinsi.

Anak-anaknya juga bukan anak yang kurang ajar. Mereka hormat sama Mama. Mereka selalu cium tangan Mama, terakhir kemarin waktu anak-anak angkat Mama di Jawa Timur mau nyabung ayam. Politik cium tangan udah jadi gosip yang umum di kalangan penyabung ayam.

Ketika penentuan di Jawa Timur itu, mama juga sudah pilih-pilih ayam dan anaknya yang paling jago. Soalnya, sabung ayam di Jawa Timur digadang-gadang paling prestisius. Menang turnamen sabung ayam se-Jatim, hampir pasti jadi juara sabung ayam nasional.

Sayangnya, ada satu anak Mama yang namanya Basuki Tjihiji Pirnimi, pernah keceplosan kalau Mama pernah minta sesuatu. Sesuatu itu istilahnya ‘mahar’. Saya juga gak tau apa itu artinya.

Tapi, apapun itulah artinya, kita tidak boleh berburuk sangka pada Mama. Bisa saja mahar itu artinya ‘profit hasil judian’. Karena kalau sudah menjadi penjudi yang ulung dan menang sabung ayam terus, berarti Mama berhasil mendidik anaknya dengan baik, bukan?

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Terlebih lagi, Mama dikenal royal. Dia gak segan memberi hadiah bagi siapapun yang bisa beternak ayam sampai gemuk. Mau itu dijadikan petelur, pedaging, atau ayam sabung, Mama selalu menghargai anak-anaknya.

Tapi, sayangnya biarpun tak harap kembali, Mama suka merecok. Sering kali anaknya dikira masih kecil terus. Maunya nuntuuun aja. Maunya mengarahkaaan aja. Jangan kebanyakan gitu ya, Ma. Anak-anak Mama perlu belajar jadi dewasa juga.

Anak-anaknya masih sayang Mama, karena Mama orang yang kuat. InsyaAllah kantong Mama masih tebal sampai Mama turun dari jabatan. Hmm… kapan ya itu? (R17)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Mengejar Industri 4.0

Revolusi industri keempat sudah ada di depan mata. Seberapa siapkah Indonesia? PinterPolitik.com “Perubahan terjadi dengan sangat mendasar dalam sejarah manusia. Tidak pernah ada masa penuh dengan...

Jokowi dan Nestapa Orangutan

Praktik semena-mena kepada orangutan mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), praktik-praktik itu terus...

Indonesia, Jembatan Dua Korea

Korea Utara dikabarkan telah berkomitmen melakukan denuklirisasi untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea. Melihat sejarah kedekatan, apakah ada peran Indonesia? PinterPolitik.com Konflik di Semenanjung Korea antara...