HomeCelotehJokowi: Tak Nambah, Awas Bobby!

Jokowi: Tak Nambah, Awas Bobby!

Kecil Besar

“Pilihlah aku kapten udara, helikopterku emas kawinnya. Pilihlah aku mayor lautan, kapal selamku tiada yang lawan”. – Danilla dan Indra Aziz, Pilih Mantu


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]ubungan mertua dan menantu adalah salah satu hubungan yang paling rumit bagi kebanyakan orang. Kalau dapat mertua yang galak dan suka ngatur-ngatur, maka sang menantu harus rajin bersabar. Begitupun sebaliknya, mertua harus banyak bersabar kalau menantunya nggak bisa diharapkan.

Pokoknya rumit lah hubungan itu, apalagi jika mertua mau ikut campur dalam hubungan rumah tangga sang menantu dan anaknya.

Beh, kalau jadi sang menantu, itu rasanya kayak pengen teriak, tapi lagi di kandang macan. Kan bahaya kalau macannya bangun dan memangsa kita. Hadeh.

Dalam sejarahnya, emang udah banyak sih cerita-cerita tentang mertua dari orang-orang terkenal, yang justru malah  mengacaukan dan membebani kehidupan rumah tangga anak dan menantunya.

Salah satunya adalah Sara Delano Roosevelt, ibunda dari Presiden ke-32 Amerika Serikat (AS), Franklin Delano Roosevelt.

Ceritanya, waktu Franklin mau menikahi Eleanor yang adalah sepupu jauhnya, sang ibu kayak nggak rela gitu. Ia sempat meminta Franklin nggak usah menikah sama Eleanor. Franklin tetap maksa nikah, maka jadilah kehidupan Eleanor di bawah tekanan sang mertua.

Ia nggak bebas ngatur rumah tangganya, nggak bisa ngatur anak-anaknya, dan tentu selalu merasakan tekanan.

Apalagi, keluarga Roosevelt itu kan kaya banget. Jadi bisa dibayangin lah gimana kalau jadi Eleanor. Berasa nonton-nonton FTV azab gitu yang judulnya “Mertua Galak Jenazahnya Jatuh ke Gunung Berapi”. Gitu lah pokoknya. Hehehe.

Nggak heran, Sara Roosevelt tercatat sebagai salah satu mertua terburukwell, karena anaknya terkenal sih.

Siapa tau karier politik Pakde justru dilanjutin sang menantu. Soalnya Gibran sama Kaesang kayaknya nggak begitu tertarik sama politik. Doi berdua sukanya bisnis makanan. Share on X
Baca juga :  Jokowi: Saya akan Lawan! Part 2

Tapi, mungkin karena kesabaran Eleanor juga ya, akhirnya kehidupan rumah tangga mereka jadi baik-baik saja. Bahkan doi kemudian tercatat sebagai salah satu ibu negara terbaik sepanjang sejarah AS dan jadi role model peran ibu negara hingga saat ini.

Nah, ngomongin soal hubungan mertua dan menantu itu, baru-baru ini Pak Jokowi ngasih “peringatan” nih buat sang menantu, Bobby Nasution. Pakde berharap dapat suara yang lebih besar di Sumatera Utara dengan memanfaatkan faktor Bobby yang berasal dari sana.

Itu disampaikan Jokowi dalam salah satu acara silaturahmi politik beberapa waktu lalu. Si Bobby sampai dipanggil ke atas panggung segala sama Jokowi.

Soalnya Bobby itu keturunan ketujuh dari Raja Gunung Baringin Nasution Mandailing Natal Penyabungan Timur di Sumatera Utara. Kata Jokowi, Pilpres 2014 dirinya hanya dapat suara 55 persen di Sumatera Utara. Jadi, karena ada Bobby, Pilpres kali ini harus dapat 65 persen suara.

“Awas kalau tidak nambah”, begitu kata Jokowi.

Mungkin bercanda aja sih, tapi kan ngeri juga. Pasti dalam hati Bobby merasa tertekan. Busyet, kalau nggak nambah, ane dipecat nih dari posisi menantu presiden, mungkin gitu kata-kata Bobby dalam hatinya.

Lha, jadi menantu presiden emang gitu kali, Bob. Apalagi, presidennya nyalon lagi. Jadi kudu kuat menghadapi tantangan.

Siapa tau karier politik Pakde justru dilanjutin sang menantu. Soalnya Gibran sama Kaesang kayaknya nggak begitu tertarik sama politik.

Doi berdua sukanya bisnis makanan. Sama konten creator. Walau channel-nya sekarang lagi sepi. Nggak bikin video lagi, Sang? Ngalahin Atta Halilintar mah emang susah bro. Hehehe.

Jadi ya emang harus kuat menangin Pakde di Sumatera Utara, Bob. Kali aja jadi peruntungan politik selanjutnya. Berbekal status menantu Jokowi, udah jadi modal politik besar.

Baca juga :  Reinkarnasi Ahmad Sahroni?

Siapa tahu suatu saat juga bisa jadi kayak Eleanor Roosevelt, yang keluar dari bayang-bayang mertua dan bisa menjadi tokoh yang terus dikagumi.

Asal 1.800 unit rumah yang dibangun di Sukabumi harus beres, Bob. Kalau amburadul, beh bisa bahaya. Uppps. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Wiranto Pelanggar HAM?

Wiranto diduga terlibat namun bukan sebagai eksekutor, akan tetapi sebagai orang dibalik layar tragedi tersebut, hal itu dikarenakan posisinya pada masa itu sebagai Panglima...

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, “rayap” tidak takut pada menterinya.