HomeCelotehJokowi Bagi-bagi “Resep”

Jokowi Bagi-bagi “Resep”

Kecil Besar

Dihadapan para pejabat kepala daerah, Presiden Jokowi memberikan resep agar bisa “naik kelas” ke jenjang yang lebih tinggi.


PinterPolitik.com

“Anda harus berjuang untuk meraih impian. Anda harus berkorban dan bekerja keras untuk meraihnya.” ~ Lionel Messi

[dropcap]D[/dropcap]ulu, waktu zamannya belum kayak sekarang, menjadi seorang kepala daerah itu bukan jadi impian orang-orang. Soalnya, bagi orang dulu, jadi pejabat negara itu udah kayak jabatan kerja bakti aja. Enggak ada uangnya, tapi kerjaannya banyak banget. Udah itu jenjang karirnya juga mentok, bertahun-tahun ya di situ-situ aja.

Enggak kayak kepala daerah zaman sekarang. Ada lho yang awalnya cuma jadi kepala daerah di kota kecil, eh tiba-tiba bisa jadi gubernur ibukota, eh enggak lama malah jadi presiden. Udah kayak disulap aja. Enggak aneh juga kalau ada yang pakai istilah karbitan segala. Ya abis gimana, jabatan kok melejitnya udah kayak mobil balap lewat, wuuss… wuuusss….wuuusss!

Peruntungan yang kayak gitu emang langka, bahkan yang awalnya berambisi menjadi “Jokowi kedua” aja mentoknya malah di penjara Mako Brimob sana. Hmm, kician ya, tapi mungkin memang beda sih rezekinya. Beda juga upaya yang dilakukannya, makanya jangan takabur dah. Kalau memang punya ambisi, belajar yang rajin dulu dong sama “pakarnya”.

Siapa itu pakarnya? Ya enggak lain, Jokowi sendiri lah. Sang Presiden Ketujuh yang dianggap lemah sama sebagian orang, tapi punya hoki yang enggak dimiliki semua orang. Bahkan Gubernur DKI sekarang aja, belum tentu juga kok bisa melejit seperti Jokowi. Soalnya “naik” jabatannya juga pakai cara-cara yang, yah, gimana gitu.

Tapi ada juga lho, kepala daerah di wilayah timur sana yang ngarep banget, engga perlu pake jadi gubernur ibukota dulu, tapi langsung pingin naik jadi cawapres. Bahkan kalau bisa, capres! Wedeeew, orang-orang sekarang itu ambisinya gede banget ya, enggak nanggung-nanggung juga kemauannya. Mantap jiwa lah.

Nah, semangat para kepala daerah yang enggak takut ambil risiko untuk mengejar jabatan yang lebih tinggi ini, ternyata juga diperhatikan oleh Jokowi. Mungkin ia juga sadar kalau karirnya yang kayak roket kembang api itu, memberi inspirasi bagi kepala daerah lainnya. Siapa sih yang enggak pingin tiba-tiba jadi presiden?

Dalam acara rapat kerja pemerintah kemarin, Jokowi yang masih ngap-ngapan karena kejebak macet, akhirnya bersedia membocorkan rahasia melejitnya pada mereka. Pengakuannya sih, kalau mau punya jabatan melejit, harus berani melakukan inovasi. Beuh, itu mah  seorang tau Pakde! Masa iya hanya itu?

Enggak sih, masih ada lagi. Kata Jokowi, kalau jabatannya mau langsung naik, para kepala daerah juga harus bisa mempercepat warganya dalam segala hal perizinan. Weew, jadi sebelum dia yang dipercepat jabatannya, percepat juga izin keperluan warganya. Jadi intinya, main cepat-cepatan gitu. Ah, politik memang membingungkan! (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...