HomeCelotehJeritan Dari Rusun Rawa Bebek

Jeritan Dari Rusun Rawa Bebek

Kecil Besar

Para korban penggusuran yang saat ini tinggal di Rusun Rawa Bebek mengaku keberatan untuk terus tinggal di rumah susun, karena biaya sewa yang terlalu mahal.


PinterPolitik.com

Menaikkan taraf hidup warga, dari perkampungan kumuh ke tempat lebih baik dan sehat, memang membutuhkan biaya serta pengorbanan besar. Bukan hanya dari Pemerintah Daerah (Pemda) saja yang harus mengeluarkan koceknya dalam-dalam, warganya pun harus ikut mengikat pinggang kencang-kencang.

Itulah yang terjadi sekarang. Niat baik Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menaikkan taraf hidup warga dari perkampungan nelayan yang kumuh ke rumah susun (rusun), hanya berakhir dengan keluhan. Pasalnya, warga mengaku biaya tinggal di rusun sangat memberatkan.

Padahal, katanya, Pemda sendiri telah mensubsidi biaya sewa mereka sampai 80 persen! Lalu mengapa mereka masih merasa keberatan? Usut punya usut, ternyata para warga yang dipindahkan ini, umumnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Jadi wajar saja, bila biaya hidup yang mencapai sekitar Rp 700 ribu sebulan, mereka rasa terlalu berat.

Jadi ketika Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan, berjanji akan merehabilitasi kembali Kampung Akuarium dengan konsep “kampung deret”, para warga Rusun Rawa Bebek pun seketika mendapatkan harapan baru. Serta merta pun mereka memutuskan akan kembali ke kampung asal mereka dulu.

Pertanyaannya, masih berapa lama pembangunan kampung deret itu akan terlaksana? Dan bagaimana nasib mereka sampai bisa kembali lagi ke tanah asal mereka? Karena bila harus menunggu di rusun, kemampuan mereka sudah tidak ada.

Akhirnya, banyak dari warga yang terpaksa menunggak biaya sewa karena untuk biaya makan sehari-hari pun mereka sudah berupaya seadanya. Apalagi ternyata, pihak pengelola gedung mulai menaikkan sewa seenaknya. Akan kemana mereka bertanya? Pada siapa mereka mengadu?

Jadi inilah dia nasib mereka. Terkatung-katung karena kebijakan Pemda. Sudah tergusur, terbelit utang pula. Wahal para petinggi Pemda, cobalah dengarkan jeritan mereka. Sedikitnya, berempatilah dengan keadaan mereka. Kebijakan penguasa tanpa perhitungan, pada akhirnya akan menghasilkan kepedihan warganya semata. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...