HomeCelotehJakarta Kota PKL

Jakarta Kota PKL

Kecil Besar

Setelah PKL di Benhil yang meluber di trotoar, kini para PKL juga menggelar lapak di beberapa wilayah lainnya. Waduh, Jakarta jadi kota PKL nih?


PinterPolitik.com

“Semua kebijakan dapat di ukur dengan keadilan.” ~ Aristoteles

[dropcap]K[/dropcap]ebijakan Gubernur DKI Jakarta yang memperbolehkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di jalan raya, membuat para PKL di wilayah lain terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Bila di era gubernur sebelumnya, mereka harus kucing-kucingan dengan SatPol PP, kini mereka seperti diberi legitimasi.

Ibarat Jerry si tikus dalam film “Tom & Jerry”, para PKL ini  sudah mampu “menjinakkan” Tom si kucing yang biasanya ganas mengejar-ngejar para PKL. Berkat Anies Baswedan, Jerry kini bisa menggelar lapaknya di sepanjang trotoar Jakarta yang letaknya dekat dengan pusat keramaian.

Lihat saja para PKL di Bendungan Hilir (Benhil) yang saat ini sudah membanjir dipinggiran jalan, bahkan meluber hingga ke trotoar Jalan Sudirman. Para PKL di Kota Tua yang awalnya dialokasikan di Jalan Cengkeh, kini juga ikut balik meluap lagi ke dekat Stasiun Kereta Jakarta Kota. Tak hanya itu, mereka pun berharap bisa menutup sebagian ruas Jalan Lada untuk dijadikan lapak berjualan seperti di Tanah Abang.

Seakan diberi peluang, karena hingga kini belum ada tindakan berarti dari Pemda, para PKL di wilayah Blok M pun ikut ambil bagian dalam meramaikan trotoar jalan. Di sekitar wilayah Melawai hingga depan Gedung Recapital di Jalan Aditiyawarman pun para pedagang sudah menutupi sepanjang jalur trotoar.

Tak tanggung-tanggung, mereka juga sempat menggelar spanduk OKE OCE walau menurut Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno mereka belum terdaftar sebagai anggota. Para pedagang ini mungkin merasa aman berjualan di ruas jalan yang letaknya tidak jauh dari Terminal Blok M, sebab Gedung Recapital sendiri milik Sandiaga Uno.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Lalu bagaimana tanggapan Sandi mengenai tren menjamurnya kembali PKL di Jakarta? Ternyata ia hanya angkat tangan saja, dan menyerahkan seluruh pengurusannya pada Walikota masing-masing wilayah. Hmm, apakah para Walikota di Jakarta bisa mengeluarkan aturan tegas kalau atasannya sendiri tidak tegas?

Ya gitu deh, paling-paling dalam lima tahun ke depan, Jakarta akan mendapatkan julukan baru, yaitu Kota PKL. Sebab bisa jadi nanti para PKL di wilayah-wilayah lain juga akan muncul dan menjamur hingga ke berbagai jalan. Kalau begini, gimana mau mengurangi macet di Jakarta ya? Yang ada nanti malah bertambah macet dong. Hadeeeuh. (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...