HomeCelotehIriawan, Bandung Lautan Kritik

Iriawan, Bandung Lautan Kritik

Kecil Besar

“Penunjukan ini lebih banyak mudaratnya bagi Polri ketimbang manfaatnya. Sebab penunjukan Iriawan akan menimbulkan empat hal negatif bagi Polri.” ~ Neta S. Pane, Presidium Indonesia Police Watch (IPW)


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]enunjukan Komjen Pol M. Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar), mampu nongkrong di headline berbagai media online nasional loh gengs.

Kabar ini memang harus mendapat pengakuan gengs, karena mampu menjadi magnet penarik komentar dari berbagai warna bendera partai politik Indonesia.

Dari tanggapan positif, tanggapan negatif, sampai tanggapan slow-slow aja kayak anak tongkrongan juga ada. Nah malah ada nih gengs yang gereget sampe mau ngadu-ngadu segala. Hmm kurang gereget apa coba gengs.

Menurut kabar angin sih, Pilkada Jabar digadang-gadang akan menjadi barometer kesuksesan untuk kemenangan kursi Presiden gengs. Wow, cucok meyong ya. Gak aneh lah gengs kasus kaya gini bisa jadi heboh.

Jadi, kalo ditarik kesimpulan, Pilkada Jabar memang layak ditempatkan pada urutan kedua sebagai Pilkada terpanas setelah Pilkada DKI Jakarta gengs hehehe.

Tidak berhenti di sini gengs, rencananya Partai Demokrat akan segera mengajukan angket terkait pelantikan Komjen Iriawan yang dianggap sebagai langkah melampaui batas dan mencederai keadilan serta akal sehat. Pedes gengs kritikannya.

Ketua DPP PKS seakan seirama dengan Partai Demokrat, yaitu ingin mengajukan angket dan menilai sikap pemerintah adalah bentuk kejumawaan dan berpeluang membuat proses Pilkada Jabar yang sudah berjalan dengan smooth jadi bergejolak.

Indikator yang membuat Pilkada Jabar menempati posisi kedua terpanas ialah banyaknya kandidat terbaik yang diturunkan dari setiap partai politik, dan gencarnya pemberitaan media nasional mengabarkan Pilkada Jabar, serta seringnya muncul isu-isu kontroversial.

Mungkin kalian masih ingat gengs, penunjukan seperti yang terjadi pada Komjen Iriawan juga pernah terjadi di beberapa daerah lain. Sebut saja penunjukan Inspektur Jenderal Carlo Brix Tewu sebagai pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Barat untuk menggantikan Ismail Zainuddin serta penunjukkan Soedarmo dari TNI (Purn) menjadi Penjabat Gubernur Aceh.

Rasanya jika diamati dengan seksama, dinamika Pilkada Jabar saat ini memaksa setiap partai politik untuk sungguh berhati-hati, dan seakan membuat mereka tidak akan rela kecolongan meski setitik pun.

Hmmm,  mungkin jawaban dari kasus ini seperti yang pernah diungkapkan oleh Sun Tzu : “Dia akan menang ketika dia tahu kapan harus berperang dan kapan tidak berperang”. (G11)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...