HomeCelotehHanura Latah Kiprah PPP?

Hanura Latah Kiprah PPP?

Kecil Besar

Aksi saling pecat di tubuh Partai Hanura menjadi trending topic di media massa. Wah, kok partai besutan Wiranto ini jadi latah sampa PPP sih, ingin terpecah juga?


PinterPolitik.com

“Mohon maaf kawan-kawan sekalian kalau ga selesai (konflik) ini kami bubar semuanya ini, wassalam ini kepada Hanura. Begitu juga kawan-kawan semua ya, betul Pak ya?”

[dropcap]D[/dropcap]i depan sejumlah pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ketua DPD Hanura Sumatera Barat, Marlis Alinia mendeklarasikan kesepakatan untuk melakukan aksi “bubar jalan” alias hengkang bersama dari partai yang dibentuk oleh Jenderal Wiranto sejak 11 tahun yang lalu.

Padahal, rasanya baru kemarin Hanura merayakan hari jadinya. Bahkan di acara tersebut, Presiden Jokowi sempat memuji kesolidan para kadernya karena tidak pernah bertikai. Tapi kok ndilalah, enggak lama kemudian malah jadi pecah. Waduh, berarti selama ini ada sekam yang tertanam rapi di dalam dong ya, ck ck ck.

Kalau hanya gara-gara sang Ketua Umumnya, Oesman Sapta Odang  (Oso) dituding nilep uang mahar, masa iya sampai pada aksi pecat-pecatan dan bikin Munaslub segala. Apa enggak berlebihan? Apa enggak bisa dimusyawarahkan secara internal? Terus kenapa enggak minta Wiranto ikut turun tangan? Mengapa??

Jadi wajar saja kalau ada selentingan macam-macam, salah satunya, katanya ada sosok pemodal besar dibalik di Syarifudin Sudding ini. Hmm, kalau dipikir-pikir, bikin Munaslub di hotel itu, modalnya memang enggak sedikit lho. Apalagi kegiatannya enggak pakai restu Wiranto pula, jadi pasti dari dana mereka sendiri. Mencurigakan?

Terus kalau Oso yang udah ambil uang mahar tapi enggan ngasih rekomendasi itu ke siapa sih emangnya? Kok kayaknya enggak dibuka aja siapa-siapanya, kenapa jadi langsung main pecat aja? Di tambah lagi, Wiranto juga kelihatannya kok kayaknya bingung gitu ya, mau dukung Oso atau Sudding? Hmmm, jadi makin mencurigakan.

Setelah Munaslub, terus para DPD ini mau ngapain ya? Mau mengambil alih gedung DPP? Membuat pengurus tandingan dengan ketua umum baru? Lho kok, jadi kayak PPP ya. Apalagi sekarang urusan Surat Keputusan (SK) dan Kementerian Hukum dan HAM pun diributkan. Makjleb, sungguh mirip PPP. Jangan-jangan para kader Hanura selama ini latah dengan Partai Ka’bah itu? Latah kok ke arah yang buruk sih, sungguh latah yang aneh. (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...