HomeCelotehGorengan Isu Agama Kapolri

Gorengan Isu Agama Kapolri

Kecil Besar

Belakangan, polemik mengenai pernyataan Kapolri tahun lalu mengenai ormas Islam kembali ramai. Pernyataannya udah tahun lalu, kok ramainya baru sekarang sih?


PinterPolitik.com

“Itu dipenggal pidatonya, nggak utuh. Saya rasa Kapolri sudah klarifikasi kepada semua pihak. Kapolri maraton itu klarifikasi dan terakhir hari ini ormas Islam sudah bertemu.” ~ Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal M Iqbal

[dropcap]S[/dropcap]eorang bijak pernah berkata, rumor selalu dibuat oleh para hater, disebar orang-orang bodoh dan ditelan mentah-mentah para idiot.

Jadi kalau ada yang menyebarkan sesuatu, lalu si penerima enggak melakukan cek ricek lebih dulu, maka jangan marah kalau ada orang lain yang cukup pintar menyatakan kalau Anda bodoh.

Tapi sialnya, belakangan ini banyak sekali orang-orang yang memang sengaja menyebar-nyebarkan sesuatu yang sudah lewat, tapi dibikin jadi kelihatan terkini.

Apalagi kalau orang yang dijelek-jelekin itu adalah orang yang tidak disukai, wuuiih, pasti bakal dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dipidanakan juga layaknya Ahok.

Belakangan ini yang terkena adalah Kapolri Tito Karnavian. Entah mungkin karena Tito terkenal ganas dengan para ulama yang suka provokatif, bahkan kerap dianggap mengkriminalisasi, sehingga ada orang yang sengaja mengungkit-ungkit kembali pernyataannya setahun lalu dengan tujuan yang mungkin saja bisa menjatuhkannya.

Kapolri Tito Karnavian menjadi imam, saat shalat bersama para ulama dari Syarikat Islam yang berkunjung ke kediamannya. Para ulama ini meminta penjelasan mengenai video klip pidatonya yang viral tersebut.

Kalau istilah zaman now-nya, pernyataan Tito itu digoreng sampai kriuk. Saking gurihnya, sampai-sampai Fadli Zon pun ikut buka suara dengan nada mencela. Hmmm, jangan-jangan?

Ah, biarkanlah hanya Tuhan saja yang tau. Namanya juga sudah mulai masuk tahun politik, para politikus mulai sibuk menggoreng dan membungkus isu.

Tapi, apa mungkin seorang Kepala Kepolisian bisa segampang itu dijatuhkan? Sepertinya enggak sih, buktinya Tito dengan jantan menyatakan maaf.

Bahkan ia juga mengumpulkan sejumlah ulama dari berbagai aliran, untuk menjelaskan pernyataannya tersebut. Setelahnya, pakai acara shalat bareng lagi. Coba tebak siapa yang jadi imamnya? Tito Karnavian yang dijelek-jelekin itu. Waduh, kok jadi kebalik?

Lalu gimana nih sama nasib si tukang gorengannya? Hmm, hati-hati saja. Kepolisian punya tim kejahatan siber, lho. Apa enggak takut dapat ‘balasan’ ya? Kira-kira bagaimana ya kisah lanjutan si ulama yang follower twitternya lumayan banyak itu?

Yah mungkin sebagai awalnya, siap-siap aja bawa penggorengan dan kompornya lari. Barangkali aja bisa kena cyduk nanti, wiiih ngeri! (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...