HomeCelotehGoenawan Muhammad Tantang Wiranto?

Goenawan Muhammad Tantang Wiranto?

Kecil Besar

“Kebebasan mendapatkan dan menyebarkan informasi adalah hak mutlak yang harus didapatkan oleh rakyat di dalam negara yang menggunakan sistem demokrasi” . – Luthfi Assyaukanie, dosen Universitas Paramadina


Pinterpolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]alau mau membuat kebijakan memang harus dipikirkan secara matang. Jangan sampai malah blunder di tengah-tengah atau di akhir. Nah kebijakan yang akan dibuat oleh Menko Polhukam Wiranto ternyata memang menyisakan polemik yang berkepanjangan. Hayo, masih ingat kan kebijakan apa yang dibuat oleh mantan jenderal bintang empat itu?

Bener banget cuy, doi menginginkan adanya tindakan yang lebih kongkrit dan tegas terkait tokoh dan media yang melanggar hukum. Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut dari kebijakan yang telah diambil oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang masih sebatas di media sosial. Doi sempat mengatakan bahwa media mana saja yang terlihat nyata melanggar hukum, jika perlu akan dia shut down. Katanya sih demi keamanan nasional.

Kalau Wiranto benar-benar ingin membuat kebijakan shut down media, berarti secara jelas berarti doi ingin melanggar UUD 1945, tapi dengan balutan demi kepentingan negara dong? Share on X

Well, apapun alasan yang dimiliki doi, seharusnya hal tersebut tidak etis diungkapkan oleh orang sekelas Menko Polhukam ya cuy. Soalnya mendapatkan dan menyebarkan informasi kepada publik itu memang sudah menjadi hak dan kebebasan mutlak bagi setiap warga negara.

Kalau Wiranto benar-benar ingin membuat kebijakan ini, berarti secara jelas berarti doi ingin melanggar UUD 1945, tapi dengan balutan demi kepentingan negara.

Akibat dari ucapannya, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura tersebut tidak hanya menuai kritik dari politikus kubu oposisi cuy. Jurnalis senior sekaligus Pendiri Majalah Tempo, Goenawan Muhammad juga angkat bicara dan memberikan kritik pedas loh.

Bahkan GM – demikian sapaan akrabnya – meminta agar Wiranto segera mundur dari jabatan Menko Polhukam. Doi menganggap bahwa Wiranto tidak mengerti sama sekali soal hukum. Waduh, kalau sudah begini kan jadi berabe.

Tidak hanya itu, GM meminta agar Wiranto tidak ikut campur lagi di masa pemerintahan Presiden Jokowi jika menang lagi untuk priode 2019-2024. Doi menganggap bahwa Wiranto masih megidap penyakitnya yang lama, yaitu sindrom anti kritik Orde Baru.

Wah, kalau Wiranto masih tetap ngeyel ingin membuat kebijakan itu, kira-kira gimana ya kritik dan tindakan yang akan diambil oleh GM? Sekalas GM yang medianya pernah dibredel Soeharto mah pasti bakal keras doi melawan.

Mungkin akan jadi menarik karena jurnalis senior akan turun gunung untuk melawan politisi sekaligus mantan jenderal militer senior. Hehehe. (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...