HomeCelotehGibran Tameng Pamungkas Jokowi

Gibran Tameng Pamungkas Jokowi

“Sempat emosi pas liat postingan @sr23_official tentang jaket yang kemarin dipakai ke sukabumi. Bukan karena orangtua saya dihina, tapi karena mereka sudah melecehkan karya anak bangsa.” ~ Gibran Rakabuming Raka.


PinterPolitik.com

Dibalik keseruan pembahasan mengenai Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke Sukabumi beberapa waktu lalu dengan motor choppernya yang ala-ala ‘Sunmori’ (Sunday Morning Ride), ternyata masih ada aja pihak yang nyinyirnya gak ketolongan. Sasarannya adalah jaket denim yang dikenakan Pakde Jokowi yang bergambarkan peta Indonesia pada sisi dada depan.

Lha, emangnya ada yang aneh ya sama gambarnya? Perasaan bagus-bagus aja tuh. Tapi beda orang pasti beda penilaian lah ya. Seperti cara pandang salah satu Warganet dengan akun istagram @sr23_official. Dalam postingannya, akun ini menulis, ‘Nah, udah tau kan rencana si generasi komunis ini! Mmm.

Tulisan itu ternyata merujuk pada gambar peta Indonesia di sisi dada jaket Jokowi yang tampak terbelah karena tidak diresleting.  Yailah, nyinyiran model apa coba ini, kelas receh banget gak sih! Helow, karena ada resletingnya, ya tentu aja gambar peta Indonesia di jaket itu bisa terbelah. Aya aya wae ini mah.

Presiden Jokowi Play Victim?

 

Mau gambar peta Indonesia yang gak akan terbelah meski jaketnya sedang dibuka resletingnya? Bisa sih, ya tinggal ditato aja di dada pemakainya, hahaha. Terus pemilik akun @sr23_official mau gak nih dites nasionalismenya dengan menato dadanya dengan gambar peta Indonesia. Ya kali, gile lo ndro!

Nah usai nyinyirannya menyebar luas, ternyata eh ternyata sempet di-notis loh sama Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Ibarat isu Pelakor nih ya, Gibran melabrak balik akun @sr23_official melalui akun @chillipari. Ada yang tersulut nih, hahaha. Lagian sih main api pake nyinyir segala.

Sempat emosi pas liat postingan @sr23_official dan @pencitraan.tv tentang jaket yg kemarin dipakai ke sukabumi. Bukan karena orang tua saya dihina tapi karena mereka sudah melecehkan karya anak bangsa. Mereka sudah menghina kerja keras @nevertoolavish. Ini brand lokal lho, kalo bukan kita yg beli/dukung siapa lagi? Ini jaketnya dilukis oleh seniman lokal. Hasil kerja keras dan keringat anak bangsa. Benci boleh. Mau bikin hashtag #2019gantipresiden silahkan. Tapi jangan menghina hasil karya teman saya. Saya berharap @nevertoolavish juga memberikan klarifikasi biar para pembenci tahu makna dari gambar2 di jaket ini. Saya membuat postingan ini bukan biar @pencitraan.tv dan @sr23_official dibully, tapi saya sendiri merasakan bagaimana susahnya membangun dan membesarkan sebuah brand

A post shared by CHILLI PARI CATERING SERVICES (@chillipari) on

- Advertisement -

By the way, anyway, busway, eike kok jadi kepo ya. Ngapain juga Gibran harus menyatakan keberatannya via postingan istagramnya @chillipari? Kayak gak ada cara lain aja sih. Via konferensi pers wartawan gitu dong atau gak perlu dibalas, toh udah banyak Warganet yang berang.

Baca juga :  PDIP Takut Jokowi "Dijilat"?

Curiganya nih ya, ini sekalian untuk ajang promosi akun @chillipari yang memang merupakan bisnis catering milik Gibran itu sendiri. Toh sebelum ini, akun pemilik Distro tempat jaket denim Pakde Jokowi beli juga sempat dipromosikan Gibran. Jadi gantian lah ya promosinya. Sa ae lau promosinya.

Wah apa artinya ini cuma sekedar akal-akalan Play Victim ala Jokowi menjelang Pilpres 2019? Mmm, bisa jadi sih. Toh,Bad news is a good news’, iya gak! Tapi gak boleh suuzon juga keles. Ya kali, Presiden Petahana promosi dirinya pakai strategi receh gini. Mending promosi dengan berbagai prestasi selama memimpin Indonesia dalam 3,5 tahun. Mantap Jiwa.

Pelajarannya nih ya, pastinya kalau mau nyinyir ke Pakde Jokowi, ya pake nalarnya dikit gitu loh! Jadi gak asal cocot aja. Malu ah, udah dididik tinggi sama orangtua, eh otaknya gak dipake. Oia, bagi yang mau tau filosofi gambar peta pada sisi dada jaket denim Pakde Jokowi, kalin bisa intip video dari pembuatnya sendiri nih! (K16)

Jaket denim yang di kustom dengan hasil karya lukis tangan oleh tim seniman @nevertoolavish untuk Bapak Presiden RI @jokowi mempunyai konsep Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya. Tim seniman kami yang di pimpin oleh @hardthirteen mencoba untuk membuat konsep jaket yang dapat mewakili ragam budaya Indonesia. • Pada bagian depan menggambarkan peta Indonesia yang menggunakan nuansa Merah Putih. Yang bermaknakan negara kita Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau • Pada Bagian belakang tersusun kata “Indonesia” diatas warna dasar bendera Indonesia, Merah Putih dengan menyematkan keberagaman budaya di setiap hurufnya yaitu: Tarian Saman, Kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan, Tarian yang berasal dari Bali, Wayang Kulit, Barong, Lompat Batu dari Nias, Candi Borobudur, Batik Benowo serta Budaya Papua • Filosofi dari konsep ini adalah Bendera Merah Putih sebagai bendera Indonesia yang dapat menyatukan belasan ribu pulau dan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. • Kami ucapkan Terima Kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden @jokowi atas dukungan penuh beliau terhadap hasil karya anak bangsa. • Theme song “Indonesia Pusaka” – Sundari Soekotjo

A post shared by NEVERTOOLAVISH (@nevertoolavish) on

 

Baca juga :  Godaan Bahlil untuk Puan-Ganjar
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...