HomeCelotehGaya PAN Jual Mahal

Gaya PAN Jual Mahal

Kecil Besar

“Masih jauh Belanda. Kami sedang bangun (penjajakan koalisi), yang mana saja nanti. Makanya saya datang ke PDIP, Gerindra, Golkar, PKB.” ~ Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]da yang menarik dari isi pidato Prabowo dalam Rakornas Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4). Yaitu penegasan Prabowo siap maju menjadi calon presiden bila dimandatkan oleh Gerindra dan didukung oleh partai koalisi PKS dan PAN. Mmm, gak pede ya, jadi cari temen tambahan?

Dari kedua partai yang disebutkan dalam isi pidato Pak Prabowo, sejauh ini sih hanya PKS yang benar-benar nempel setia mendampingi Gerindra. Ya meski belum ada hitam di atas putihnya sih, setidaknya gak kayak PAN yang masih uring-uringan mencari kubu yang tepat untuk berkoalisi.

Kedatangan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam Rakornas Gerindra, memang disebut-sebut sebagai indikasi kuat partai tersebut akan mendukung Prabowo sebagai Capres dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Belakangan sih, Zulkifli membantahnya. Jiah, cape deh.

Masih jauh lah Belanda, jadi gak perlu tergesa-gesa. Begitu lah ya kira-kira yang ada dibenak Zulkifli. Jadi gak perlu tergesa-gesa menentukan pilihan dalam Pilpres 2019. Apalagi saat ini, masih ada waktu sekitar empat bulan sebelum pendaftaran capres dan calon wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum.

Gimana mau dukung Gerindra dengan Prabowonya sebagai Capres, Zulkifli kan juga diusung PAN sebagai Capres, masa iya jeruk makan jeruk. Aya aya wae ah. Nah, gosipnya nih PAN akan memutuskan kemana haluan partainya saat Rakernas partai pada bulan Mei mendatang. Jadi dukung Prabowo gak nih?

Kayaknya nih ya, PAN ragu dapat jatah Cawapres kalau bersama Gerindra. Toh ada PKS yang lebih getol minta jatah Cawapres untuk Prabowo. Daripada nunggu sesuatu yang gak pasti, ya mending liat perkembangan ke depan, siapa tau Demokrat dan PKB kembali sepakat bentuk poros ketiga.

Baca juga :  Lapar yang Tidak Ikut Libur

Gaya bingit sih PAN ini, pake jaga gengsi segala menunda dukungan. Padahal di lokasi Rakornas Gerindra, Zulkifli keliatan yang paling semangat lho. Sampe menyebut Pak Prabowo sebagai Capres, padahal mah Rakornasnya aja belum dimulai. Sa ae lau, godain Pak Prabowo, hahaha. (K16)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...