HomeCelotehFirli, Banteng Troya di KPK?

Firli, Banteng Troya di KPK?

Kecil Besar

“Perlu kami sampaikan, hasil pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal adalah terdapat dugaan pelanggaran berat”. – Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK


PinterPolitik.com

KPK telah punya ketua baru. Harus bilang “Yeah” atau “Yeah!” atau “Yeah?” nih?

Adalah Irjen Firli Bahuri, sosok yang beberapa waktu terakhir mengisi hampir setiap edisi Koran Tempo, yang pada akhirnya terpilih untuk menggantikan Agus Raharjo.

Mengingat latar belakang Firli yang berasal dari kepolisian, tak heran banyak pihak mengungkit kasus “cicak vs buaya”. Bahkan beberapa media juga menyebut KPK telah “tamat” dengan terpilihnya doi.

Beh, ini mah gawat bin sugawat. Apalagi rekam jejak Firli disebut-sebut juga berpotensi mendatangkan masalah, pun dalam konteks kiprahnya saat masih bertugas di KPK.

Makanya, tak heran banyak yang bilang bahwa Firli adalah “kuda Troya” di KPK. Hayoo, pada tau nggak istilah ini?

Buat generasi 90-an atau para pengidola program Bioskop Trans TV pasti nggak akan asing dengan film Troy yang dibintangi si ganteng mantannya Angelina Jolie. Itu loh, si Brad Pitt yang ketamvanannya nggak pudar 7 turunan. Busyet dah. Hehehe.

Nah, buat yang nggak asing dengan kisah Troy alias Perang Troya, pasti tahulah tentang kuda Troya.

Inti ceritanya adalah bahwa Raja Agamemnon dari Mycenae yang sedang berupaya menyatukan beberapa wilayah di Yunani di bawah kekuasaannya harus menghadapi fakta bahwa istri Raja Sparta, Menelaus yang merupakan adiknya, menjalin cinta dengan pangeran Troya bernama Paris. Bahkan Paris membawa kabur istri Menelaus yang bernama Helen itu.

Izzz izz izzz, cinta terlarang nih ceritanya. Kayak lagunya The Virgin dong. Hehehe.

Singkat cerita, gara-gara itu, perang pun terjadi dan pasukan Agamemnon dibuat kesulitan menembus tembok kota Troya. Akhirnya, dibuatlah sebuah patung kuda dari kayu yang besar ukurannya yang dibawa masuk sebagai persembahan untuk Troya.

Ternyata eh ternyata, di dalamnya bersembunyi pasukan-pasukan Agamemnon. Mereka keluar di malam hari, membakar kota Troya dan membuka gerbang kota tersebut serta mengalahkannya.

Akibat kisah tersebut, hingga saat ini istilah kuda Troya menjadi identik dengan aksi-aksi merusak dari dalam, termasuk dalam hal politik.

Nah, mungkin inilah relevansinya dengan kasus terpilihnya Firli.

Bahkan, beberapa media juga bilang bukan “kuda Troya” namanya, melainkan “banteng Troya”. Wadowh, ini bikin istilah baru atau gimana nih?

Ternyata eh ternyata, istilah itu muncul akibat ulasan di Koran Tempo yang menyebut Firli pernah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Beh, kalau yang ini level Agamemnon mah lewat kali yah. Uppss. Gile, berani banget nih Tempo. Hehehe.

Lha, wong Pak Jokowi sebagai presiden aja nggak berkutik kok untuk tidak meloloskan calon-calon tertentu. Bahkan RUU KPK yang berpotensi melemahkan lembaga itu juga disetujui pembahasannya oleh beliau.

Hmmm, jadi pengen nonton film Troy lagi. Pengen ngelihat Paris nembak kaki Achilles lagi. Upppss. Entah siapa dua tokoh itu di dunia nyata politik Indonesia. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.