HomeCelotehFahri Hamzah Menang Banyak!

Fahri Hamzah Menang Banyak!

Kecil Besar

“Gagal jadi anggota dewan itu sudah biasa, asal jangan sampai gagal jadi manusia luar biasa.”


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]udah tahu kan gengs, kalau Mahkamah Agung (MA) baru saja menolak gugatan kasasi yang diajukan PKS? Nah hal itu memang sesuai atas putusan yang diberikan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terkait pemberhentian Fahri Hamzah dari partai tersebut. Fahri menang dan mempertahankan status keanggotaannya, termasuk jabatannya di DPR.

Yuhu selamat ya pak, enggak jadi kehilangan rumah dinas deh hehehe. Oh iya, eyke mau sedikit flash back nih terkait kapan dan kenapa sih persoalan ini terjadi.

Perseteruan ini terjadi antara pimpinan PKS dan Fahri Hamzah yang sudah berlangsung sejak awal 2016. Saat itu PKS memecat Fahri sebagai kader. Melalui keputusan Majelis Tahkim PKS pada 11 Maret 2016 ditetapkan pemberhentian Fahri dari seluruh jenjang jabatan di kepartaian. Widih, keras kan gengs.

Nah pada 1 April 2016, Presiden PKS Sohibul Iman menandatangani SK DPP terkait keputusan Majelis Tahkim tersebut.

Karena merasa kesal dan tidak terima, akhirnya Fahri menuntut PKS ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Dalam tuntutanya Fahri meminta pembayaran ganti rugi materiil Rp 1,6 juta dan imateriil senilai lebih dari Rp 500 miliar. Widih, bisa kali eyke ditraktir pak? Ehehehe.

Saat itu Fahri menggugat Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, Wakil Ketua Dewan Syuro Hidayat Nur Wahid, Abdul Muis, dan Abi Sumaid. Fahri juga menuntut PKS untuk mengembalikan nama baiknya. Hmmm, gokil enggak tuh gengs?

Fahri menang gengs karena PN Jaksel mengatakan bahwa pemecatan tersebut tidak sah dan PKS harus bayar Rp 30 miliar ke Fahri. Gilak, itu duit semua bang?

Baca juga :  Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Nah, karena kecewa atas putusan PN Jaksel, PKS lajut melakukan banding ke Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari). Tetapi gugatannya itu tidak berbuah baik, sehingga akhirnya partai itu mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Terus gengs pada 30 Juli 2018, majelis hakim MA yang dipimpin Maria Anna Samiyati akhirnya memutuskan menolak permohonan kasasi PKS. Dalam artian PKS harus membayar denda sesuai tuntuatan yang diminta Fahri dan akhirnya Fahri kembali lagi deh jadi kadernya PKS. Ahahaha.

Kasihan PKS sudah gagal mengajukan kadernya jadi cawapres, eh sekarang malah harus bayar denda Rp 30 miliar ke Fahri. Gimana nih gengs menurut kalian tentang persoalan ini? Apa sudah cukup membuat tertawa cekikik? Wkwkw.

Kayaknya keputusan Fahri tidak mencalonkan diri menjadi anggota dewan tahun ini tepat deh gengs. Karena keputusan itu doi kan jadi bisa liburan dan menghabiskan uang yang dikasih sama Sohibul and the gengs. Ahahaha. Bagi-bagi dong bang, menang banyak nih hehehehe. (G35)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...