HomeCelotehFahri Akhirnya Membela Ahok

Fahri Akhirnya Membela Ahok

Kecil Besar

Gelagat Anies Baswedan untuk menjadi orator mulai ditunjukkan dalam pidato pembuka masa jabatannya. Namun, Fahri Hamzah mengingatkan kalau Anies adalah gubernur, bukan presiden. Sebaiknya Anies ikutin Ahok, jangan ikutin Prabowo.


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]M[/dropcap]ungkin, yang diucapkan Fahri tidak persis membandingkan Ahok dan Prabowo. Yang jelas, untuk menjalankan fungsi anggota dewan yang benar, Fahri perlu mengingatkan Anies yang punya kecenderungan kesana: menjadi pembual bermulut santun. Anies harus lebih seperti Ahok. Karena Prabowo juga bukan presiden. Hmm…

Jarang sekali kita melihat Fahri ada di pihak Ahok, bukan begitu teman-teman? Tapi, nyatanya demi mengritik Anies, perlu baginya membela Ahok.

Lho, gimana Bung Fahri? Dulu bukannya ikut gerbong 411 melawan Ahok? Bukannya dulu ikut girang lihat Habib Rizieq mencak-mencak? Ada apa Bung?? ADA APA??!!

Mungkin sebenarnya Fahri punya kesadaran selama ini kalau Ahok memang orang yang tidak neko-neko dan tidak mau kompromi sama lidah buaya politisi. Fahri tahu Ahok ingin mencuri spesialisasinya! Tapi, memang kalau dipikir-pikir gaya Fahri dan Ahok ada samanya ya?

Fahri sejauh ini masih konsisten marah-marah membongkar ‘kebusukan KPK’. Ahok pun selalu konsisten marah-marah memberantas ‘maling yang jadi pejabat’.

Bisa jadi Fahri merasa punya kedekatan gaya politik dengan Ahok. Buktinya, dia mengakui juga kok, Ahok ada benarnya. Ia tidak gelap mata seperti kawan-kawannya yang lain, misalnya Gerindra yang sakit hati sama Ahok. Atau, jangan-jangan selama ini Fahri ngiri sama Ahok??

Sayang saja, Bung Fahri gak pernah diberi kesempatan untuk jadi gubernur, apalagi jadi presiden seperti yang pernah ia bilang. Kalau diberi kesempatan, Fahri mungkin bakal unjuk kecermelangan tangan dinginnya. Mungkin benar kata orang, ‘Fahri adalah pembela kebenaran yang berteman dengan orang yang salah.’

Baca juga :  Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Lebih-lebih ngelihat polah Anies yang santun-santun. Fahri pasti males banget deh. Nanggepin orang santun, lebih baik dia jadi marah-marah lagi kayak ‘rekan lamanya’, si Ahok. Dengan demikian, Fahri terpaksa membela Ahok.

Pasti begitu cara politisi tanpa kendaraan. Harus berhati-hati dan main dua kaki. (R17)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Mengejar Industri 4.0

Revolusi industri keempat sudah ada di depan mata. Seberapa siapkah Indonesia? PinterPolitik.com “Perubahan terjadi dengan sangat mendasar dalam sejarah manusia. Tidak pernah ada masa penuh dengan...

Jokowi dan Nestapa Orangutan

Praktik semena-mena kepada orangutan mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), praktik-praktik itu terus...

Indonesia, Jembatan Dua Korea

Korea Utara dikabarkan telah berkomitmen melakukan denuklirisasi untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea. Melihat sejarah kedekatan, apakah ada peran Indonesia? PinterPolitik.com Konflik di Semenanjung Korea antara...