HomeCelotehFadli Zon Ingin Teroris Eksis?

Fadli Zon Ingin Teroris Eksis?

Kecil Besar

“Perppu itu menurut saya tak diperlukan. Karena dalam pembahasan ini, ini sudah mau final, bahkan pada masa sidang lalu pun sebetulnya bisa saja disahkan. RUU ini adalah revisi terhadap undang-undang yang sudah ada itu,” ~ Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.


PinterPolitik.com

[dropcap]I[/dropcap]ndonesia masih berduka atas insiden teror bom di beberapa lokasi di Surabaya tempo lalu. Upaya teroris terasa tiada hentinya untuk mengganggu kedamaian negeri ini. Di sisi lain aparat penegak hukum seperti tidak berdaya menjadi bulan-bulanan obyek teror. Beberapa pihak beranggapan bahwa maraknya gerakan teroris ini akibat lambatnya pengesahan RUU Anti Terorisme yang belum juga disahkan.

Entah apa yang ada dipikiran para wakil rakyat yang terhormat di DPR sana, kok sangat lambat untuk mengesahkan revisi UU No 15/2003 atau RUU Anti Terorisme ini. Mau sampai berapa korban lagi yang berjatuhan hingga hati mereka tergerak untuk mengesahkan RUU tersebut? Kalau kelamaan, nanti Indonesia keburu dikuasai teroris loh.

Beda DPR, beda Pemerintah lah ya. Kalau DPR tampak terlihat woles-woles aja, Pemerintah malah ingin memepercepat RUU Antiterorisme ini disahkan. Malahan jika RUU Anti Terorisme itu tidak rampung bulan Juni mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).

Dan bisa ditebak apa respon DPR? Melalui Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon justru gak sepakat dengan rencana Jokowi menerbitkan Perppu untuk merevisi UU Antiterorisme. Alasannya sih karena apa yang tertera dalam RUU Anti Terorisme sudah cukup dan tinggal disahkan aja. Terus kenapa gak dari kemarin disahinnya ya?

Yaudah kalau memang gampang, monggo disahin bulan Juni nanti. Tapi kalau belum juga, ya jangan ngeriweuh sama Pakde Jokowi yang berniat mengeluarkan Perppu dung. Bilang aja Bang Fadli gak rela kalau UU Anti Terorisme disahkan. Kok berbelit-belit amat sih jadi orang. Ini mah secara implisit Bang Fadli membiarkan teroris tetap eksis.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Kalau maksud Pemerintah kan baik, ya didukung dung. Jangan apa-apa ditampikan dan melulu dikritik. Kerjaan anggota DPR itu kan gak cuma mengkritik Pemerintah aja, tapi juga mengesahkan Undang-Undang. Bang Fadli lupa ya? Hadeuh, cape deh. Mungkin efek kursi DPR yang kelewat empuk kali ya, hahaha.

DPR kan mempunyai kekuatan untuk melindungi masyarakat dari aksi terorisme ini. Kenapa gak lantas gercep mengesahkan RUU Anti Terorisme? Atau jangan-jangan DPR memang tidak berniat melindungi hak asasi masyarakat Indonesia dari upaya teror semacam ini? Coba renungkan sejenak perkataan filsuf Jonathan Swift (1667-1745): “Power is no blessing in itself, except when it is used to protect the innocent.” (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...