HomeCelotehEks Projo Menusantarakan Logika

Eks Projo Menusantarakan Logika

“Jualan aset negara lebih mudah daripada jual aset pribadi?”


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]allo gengs, makasih ya sudah mau buka artikel ini, langsung saja ya kita ke topik pembahasannya.   

Untuk yang pertama, eyke mau mention persoalan Gagasan Islam nusantara yang baru saja disorot jelang Pilpres 2019 nih gengs.

Kabarnya, mereka baru saja mendapatkan kritik, yang menyebut gerakan itu jangan hanya berfokus kepada peng-Islaman nusantara, tapi juga harus mengarah pada penusantaraan aset-aset nasional, seperti yang dikuasai Freeport, Indosat, Newmont, dan lain sebagainya. Weleh-weleh, cekikik gengs kirain apa ya. Hehehe.

Kalau menurut mantan sekjen kelompok relawan Pro Jokowi, Guntur Siregar, justru menusantarakan aset-aset tersebut adalah menyangkut harta dan hajat hidup bangsa ini. Menurutnya ini seperti menjawab teguran keras masyarakat kepada para pelaku yang membuat isu Islam Nusantara.

Guntur juga menjelaskan, isu Islam Nusantara bisa jadi proxy terhadap masyarakat dan tentunya ada pihak yang mendapat keuntungan. Weleh-weleh bisa gitu ya.

Tapi emang Pak Guntur ngerti Islam Nusantara itu apa? Hayoo, coba digoogling dulu deh.

Nah katanya juga kaum kapitalis selalu melihat peluang bagaimana membuat keuntungan dari isu-isu seperti ini. Duh, benar juga sih. Setuju enggak gengs?

- Advertisement -

Apalagi baru-baru ini ada kabar soal aset Pertamina yang mau diperjualbelikan. Hmmm,bukannya selama ini perusahaan plat merah ini dah jadi sapi perah ya buat banyak pihak? Nggak percaya gengs? Coba deh digoogling, banyak kok sumber bacaan terpercaya soal itu.

Lanjut ya gengs, tahun politik seperti ini memang akan menjadi ajang adu kritik dan juga menjadi ajang unjuk kelihaian mencari kekurangan dari tiap lawan politik.

Sayangnya gengs, sejauh ini eyke belum pernah tuh melihat kritik yang memberikan solusi. Sekalinya ada kritik dengan solusi, hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Hmmm, kalau gini terus kapan majunya ya nusantara ini. Weleh-weleh.

Nah saran dari eyke sih gengs, daripada kalian pusing mikirin kinerja pemerintah yang katanya amburadul mending kalian baca deh ungkapan Gilbert Keith Chesterton, kali aja kan kita nanti sama-sama gerak bareng:

Baca juga :  HRS Masih Garang Setelah Bebas?

“Anda tidak akan pernah bisa menegakkan demokrasi dengan revolusi. Anda harus menggunakan demokrasi untuk melakukan revolusi.” (G35)

spot_img

#Trending Article

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Tiket Pesawat Naik, Tiket PDIP Naik?

“Kasus mahalnya tiket pesawat ini lebih ke soal politis, mau siapapun menteri atau presidennya enggak akan mampu memaksa perusahaan menjual rugi tiket pesawatnya. Kecuali...

Mahfud Sang Menteri Komentator?

“Tersangka belum diumumkan dia udah ngumumkan dulu. Apakah yang begitu itu jadi tugas Menko Polhukam. Koordinator, lo, bukan komentator.” – Bambang “Pacul” Wuryanto, Ketua Komisi...

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Misteri Keresahan Gandum Limpo

“Kita impor terus nih. Kalau saya sih nggak setuju jelas. Kita, apapun kita makan singkong saja, sorgum saja, dan makan saja sagu” – Syahrul Yasin...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Puan Tidak Cocok Jadi Capres?

Nama Puan Maharani makin ramai dibicarakan menjelang kontestasi Pilpres 2024. Namun, apakah benar Puan punya rekam jejak cukup jadi capres?

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...