HomeCelotehDuo Mulan-Krisdayanti : Data 404

Duo Mulan-Krisdayanti : Data 404

Kecil Besar

“….Dengan segala tingkah lakumu. Yang membuatku bingung…”  – Mulan Jameela, Wonder Woman


 PinterPolitik.com

Pelantikan anggota legislatif yang terdiri dari dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024 pada Selasa, 1 Oktober lalu menjadi pembuka masuknya generasi baru ke dalam Senayan. Di antara 711 anggota legislatif yang terpilih, banyak di antaranya yang merupakan selebriti.

Terdapat 14 selebriti yang terdaftar sebagai anggota DPR RI. Beberapa di antaranya seperti Desy Ratnasari, Rieke Diah Pitaloka dan Rachel Maryam mempunyai data yang cukup lengkap di laman resmi DPR.

Tapi yang jadi banyak sorotan adalah eksistensi dari dua musisi kondang. Tak lain dan tak bukan duo Krisdayanti Lemos dan Mulan Jameela.

Pasalnya, dua perempuan ini memiliki latar belakang yang buat beberapa orang belum tentu pas kalau harus menyandang gelar “anggota dewan yang terhormat”. Nah, tapi yang jadi pertanyaan besar sekarang adalah riwayat mereka sebelum sampai di Senayan.

Pada laman resmi DPR riwayat dasar mereka “tidak ditemukan”. Jangankan penghargaan, riwayat seperti pendidikan dan  pekerjaan bahkan tidak ada.

Kok mencurigakan sekali, memangnya sama sekali tidak ada? Sekolahnya mungkin di luar negeri, makanya tidak mau dicantumkan takut sombong mungkin. Tapi pekerjaan mereka sebelumnya kan udah pada tau, kenapa gak dicantumkan saja?

Tulis saja musisi. Toh lagu mereka banyak yang kondang kan. Seperti misalnya untuk Krisdayanti lagu Kamu di Hatiku Selamanya atau Cobalah Untuk Setia. Sementara kalo Mulan kan terkenal suaranya serek-serek basah, mungkin lagu Makhluk Tuhan Paling Sexy atau Jatuh Cinta Lagi tak asing bagi pendengar nusantara.

Prestasi mereka sebagai musisi kan sudah masyur, kenapa gak ditonjolkan. Bisa masuk Komisi X DPR RI. Eh tapi kabarnya Mbak Mulan mau masuk Komisi I, ambisius sekali ya. Baguslah seperti Mbak Puan yang pecah telur. Ini menunjukkan adanya keterpilihan perempuan di dalam badan legislatif sekelas DPR.

Baca juga :  Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Jika ditanya program kerja, menurut Krisdayanti melanjutkan dari periode sebelumnya. DPR kemaren kan didemo habis-habisan, mau melanjutkan yang ini atau gimana nih?

Belum lagi Mulan Jameela yang program kerjanya “Prabowo jadi Presiden”. Gimana caranya ya mewujudkan program kerja ini di dalam parlemen?

Duh, kok yang kepilih malah begini sih. Sudah program ga jelas, data dasar pun ‘404 not found’. Bisa jadi data ‘tidak ditemukan’ karena memang tidak ada atau mereka salah akses profesi. (M52)

 

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...