HomeCelotehDua Kilometer Bro-mance Sipil-Militer

Dua Kilometer Bro-mance Sipil-Militer

Kecil Besar

“Politik dan loyalitas itu berarti kesetiaan menjaga kepentingan rakyat, kesetiaan menjaga keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI, kesetiaan pada pemerintah yang sah”, sebut Pakde Jokowi. Berarti ada tanda-tanda nggak setia ya, Pakde?


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]P[/dropcap]residen mana yang mau jalan kaki 2 kilometer dan berpanas-panas sampai keringat? Pakai jas lengkap segala lagi.

Mungkin hanya Jokowi yang melakukan hal itu. Semua kemewahan, mobil, helikopter, atau bahkan pesawat tergantikan oleh jalan kaki.

Ya, hanya jalan kaki saja satu-satunya pilihan, apalagi kemacetan yang parah di sekitar lokasi peringatan ulang tahun TNI membuat semua moda transportasi menjadi mustahil untuk digunakan.

Tapi, zaman sekarang, memang sulit menemukan orang yang masih mau jalan kaki ke mana-mana, apalagi sampai dua kilometer lagi jalan-nya. Apalagi kids zaman now, pasti akan mencak-mencak kalau disuruh jalan kaki. Dua puluh meter saja mungkin tak akan ada yang mau jalan kaki. Maklumlah, generasi baby shark: hiu sih, tetapi masih bayi.

Keputusan Jokowi yang rela jalan kaki menunjukkan betapa Jokowi memandang penting acara peringatan ulang tahun TNI tersebut. Ini juga menunjukkan pengorbanan Jokowi untuk menghadiri acara militer ini. So sweet banget, Pakde.

Namun, jika melihat isi pidato Jokowi saat acara tersebut, sesungguhnya menunjukkan kegelisahan yang mendalam dari sang panglima tertinggi ini.

Apalagi ketika Jokowi menyinggung soal kesetiaan TNI pada pemerintahan yang sah. Itu artinya, boleh jadi TNI selama ini belum setia sepenuhnya pada pemerintahan sekarang yang kebetulan dipimpin oleh orang dari golongan sipil.

Oleh karena itu, bro-mance Jokowi dan TNI lewat jalan kaki 2 kilometer ini memang menunjukkan perspektif yang berbeda dari hubungan sipil-militer yang dalam sebulan terakhir ini terlihat gerah-gerahan lagi.  Setidaknya bro-mance Jokowi dan TNI tidak canggung seperti aksi salaman antara Menkopolhukam, Kapolri dan Panglima TNI sehari sebelumnya – malu-malu gimana gitu.

Baca juga :  Menyikap Tubir Milbus

Jalan kaki 2 kilometer ini juga menunjukkan bahwa Pakde sadar betul pentingnya TNI untuk menopang pemerintahannya dalam sisa dua tahun nanti. Tanpa adanya dukungan TNI, ribut terus lah republik ini. Wong menteri aja yang pembantu presiden juga pada gaduh semuanya, apalagi yang lain-lain.

Pada akhirnya kita pun menyaksikan kecanggihan alat-alat tempur milik TNI, mulai dari kapal selam, hingga pesawat-pesawat pengebom.

Sayang, kita belum bisa menyaksikan helikopter AW 101 yang masih terparkir dengan cantik gara-gara mark up anggaran. Kasihan loh pak, udah mahal-mahal dibeli malah dianggurin. Kayak pacar saya dong, sering-sering diapelin, biar makin langgeng hehe.

“Woi, Dul, mandi dulu sana! Badan lu bau arloji, yang harganya 1,8 ember, tapi dikasih sama orang yang udah meninggal!”

Di tempat lain, mantan jenderal itu memandang sendu kuda-kuda gagah peliharaannya. Apa dijual saja, ya, buat dana kampanye? Di atas meja tergeletak koran pagi dengan hasil survei terbaru di halaman depan. Aku kok makin loyo, ya?

Gerimis di Mako Brimob, dan sepucuk surat balasan itu menyebar cepat. Terima kasih untuk bantuannya yang selalu menyediakan makanan dan minuman untuk saya…

Duh pak, banyak yang masih hancur hatinya…

(S13)

 

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

Menteri Cantik Jokowi, Siapa Dilirik?

Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan kubu politiknya sempat mengungkapkan keinginannya untuk mencari menteri yang berusia muda dan cantik. Keinginan tersebut bisa saja berkaitan dengan...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.