HomeCelotehDPR Melawan, Susi Tak Aman?

DPR Melawan, Susi Tak Aman?

Kecil Besar

“Menterinya suka bakar kapal-kapal nelayan kita yang tidak dapatkan izin, kemudian dibakar. Banyak pemiliknya yang bunuh diri. PNBP Rp 900 miliar itu sangat kecil”. – Bambang Haryo, Anggota Banggar dari Fraksi Gerindra


PinterPolitik.com

Bukan namanya Susi Pudjiastuti jika tak mendapatkan sorotan pemberitaan publik. Yang terbaru, menteri nyentrik itu membagikan foto dirinya lagi ngupil lewat akun Twitternya untuk mengomentari kritikan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Seperti diberitakan, Kementerian Kelautan dan Perikanana (KKP) yang dipimpin Susi mendapat kritikan keras dari DPR. Dalam rapat dengan Banggar, KKP disebut mematok Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang terlalu kecil untuk tahun 2020.

Angka Rp 900 miliar memang yang dipatok oleh kementerian yang dipimpin oleh Susi itu dan menjadi yang paling kecil dibandingkan kementerian-kementerian lain yang rata-rata menargetkan angka di atas Rp 1 triliun.

Anggota-anggota Banggar juga menyebutkan bahwa tahun 2019 saja target PNBP perikanan hanya Rp 600 miliar. Angka tersebut baru menyentuh Rp 285 miliar per Juli 2019.

Hmmm. Heran deh sama anggota DPR ini. Jumlah segitu kan udah termasuk bagus untuk waktu setengah tahun. Lagian duit segitu dari sisi pendapatan negara kan. Hari gini nyari duit itu susah cuy.

Lha yang sering ngabisin anggaran buat hal-hal yang nggak jelas kan anggota DPR sendiri. Studi banding yang sebenarnya pelesiran, permintaan gedung baru yang mahal, dan segudang pengajuan anggaran lainnya yang nggak jelas ujungnya untuk kepentingan rakyat di bagian mananya.

Makanya Menteri Susi jadi sewot dikritik kayak gitu. Doi langsung deh posting foto lagi ngupil di akun Twitternya dengan caption: “Lagi asyik, ehhh ketangkep kamera. Tapi saya pikir ini keren, daripada BT. Ngupilnya di gedung DPR”.

Kan jadi ngeri masyarakat ngeliatnya. Upppss. Hehehe. Awas loh bapak-bapak anggota Banggar, entar pada ditenggelamin semua sama Bu Susi..

Lagian, Wapres Terpilih Ma’ruf Amin aja lewat kok waktu ngritik Bu Susi, apalagi DPR. Publik mungkin masih ingat bagaimana Ma’ruf Amin sempat menyebut akan mengevaluasi kebijakan di sektor kelautan dan perikanan di era Menteri Susi.

Tapi, bukannya membahayakan Susi, kayaknya hal tersebut nggak akan membuat posisi doi terganggu di kabinet. Bahkan, dirinya disebut-sebut besar kemungkinan bakal dipilih lagi oleh Presiden Jokowi pada periode kedua kekuasaannya.

Apalagi, Menteri Susi ini salah satu menteri yang paling populer. Jadi, hati-hati loh kalau ngritik doi. Nggak takut nanti ditenggelamkan netizen Indonesia yang budiman? Hehehe. (S13)

Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.