HomeCelotehDjarot (Masih) Butuh Restu Ahok?

Djarot (Masih) Butuh Restu Ahok?

Sebelum maju Pilkada tahun ini, Djarot Saiful Hidayat kembali menemui Ahok di Mako Brimob. Ada apa sih, apa Djarot masih butuh restu dari Ahok?


PinterPolitik.com

“Dia sampaikan bahwa sebaiknya pilih Sumut. Jadi di Sumut saja.”

[dropcap]S[/dropcap]ahabat adalah tempat untuk berbagi dan bertukar saran, mungkin itulah yang membuat Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengunjungi mantan partner-nya dulu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Seperti diketahui, Djarot pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini akan ikut maju mewakili partainya, PDI Perjuangan. Ada beberapa wilayah yang menjadi pilihan, selain Sumatera Utara (Sumut), ada juga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan Timur (Kaltim). Nah, atas restu Ahok, Djarot akhirnya memilih Sumut.

Ya tentu saja Ahok akan mengarahkan Djarot ke Sumut, karena ternyata Ahok pernah juga ingin berlaga di sana tapi enggak berhasil. Makanya, Mantan Bupati Belitung itu sudah lebih fasih mengenai situasi dan kondisi di Sumut dibanding dua provinsi lainnya. Tapi Djarot udah bilang belum ya, kalau di Sumut nanti akan bertarung melawan Pangkostrad Eddy Rahmayadi?

Secara kesukuan, Djarot mungkin akan kalah tanding dengan Eddy yang orang Sumut asli, marganya aja Nasution. Sementara Djarot, orang Jawa asli, dari wajahnya aja udah ketahuan. Dari segi tindak tanduk, Djarot tentu bakal kalah ‘garang’ dengan Eddy yang bukan hanya orang Batak, tapi juga perwira angkatan darat. Sama Ahok aja, Djarot lebih banyak manut, gimana mau hadap-hadapan sama Eddy?

Baca juga :  Hadi dan Seragam "Militer" ATR/BPN

Tapi berhubung Ahok merestui di Sumut, ya sudah, Djarot akhirnya ikut. Tuhkan, ih, gimana sih Pak Kumis ini! Padahal, andai saja Djarot memilih Kaltim, kesempatannya mungkin lebih tinggi. Gimana enggak, di sana orang Jawa banyak banget! Apalagi wong Suroboyo, uuaakeeh tenan. Jadi sebagai Mantan Bupati Blitar, pasti lebih mudah nyambung-nya. Tapi restunya di Sumut, ya sudah, harus bilang apa?

- Advertisement -

Kalau dipikir-pikir, luar biasa sekali Djarot ini. Urusan maju Pilkada aja, masih minta restu sama mantan atasan. Atau jangan-jangan, Djarot sengaja menghadap Ahok agar bisa ikut ‘mendompleng’ para simpatisan Ahok nantinya? Hmmm, strategi yang bagus, mengingat simpatisan Ahok alias Ahoker masih begitu banyak dan loyal sekali. Kalau benar, berarti cerdik sekali Pak Kumis ini. (R24)

spot_img

#Trending Article

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Tiket Pesawat Naik, Tiket PDIP Naik?

“Kasus mahalnya tiket pesawat ini lebih ke soal politis, mau siapapun menteri atau presidennya enggak akan mampu memaksa perusahaan menjual rugi tiket pesawatnya. Kecuali...

Mahfud Sang Menteri Komentator?

“Tersangka belum diumumkan dia udah ngumumkan dulu. Apakah yang begitu itu jadi tugas Menko Polhukam. Koordinator, lo, bukan komentator.” – Bambang “Pacul” Wuryanto, Ketua Komisi...

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Misteri Keresahan Gandum Limpo

“Kita impor terus nih. Kalau saya sih nggak setuju jelas. Kita, apapun kita makan singkong saja, sorgum saja, dan makan saja sagu” – Syahrul Yasin...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Puan Tidak Cocok Jadi Capres?

Nama Puan Maharani makin ramai dibicarakan menjelang kontestasi Pilpres 2024. Namun, apakah benar Puan punya rekam jejak cukup jadi capres?

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...