HomeCelotehDiplomasi Batik Pakde Joko

Diplomasi Batik Pakde Joko

Kecil Besar

Korea Selatan lagi cari dukungan untuk melawan Korea Utara. Salah satu kekuatan Asia yang mereka sadari adalah Indonesia.


PinterPolitik.com

Makanya, Presiden Moon Jae-In kemudian datang ke Jakarta untuk membalas kunjungan Presiden Jokowi ke Seoul tahun lalu. Saat datang ke Istana Negara, Jae-In mengajak Jokowi nongkrong di halaman belakang.

“Pak Joko, apa kabar? Sehat rusa-rusa di Istana?” tanya Presiden Jae-In.

“Kabar baik Pak Jae-In. Sehat nih, tapi sekarang banyak rusa yang saya migrasikan ke rumah di Bogor” ujar Presiden Jokowi.

Lantas, mereka berdua masuk ke dalam istana, berangkulan. Dikabarkan, mereka berdua kemudian minum teh bersama membicarakan nuklir Korea Utara. Mereka sadar tombol peluncur rudal nuklir Korut dapat ditekan dalam satu sesi minum teh Kim Jong-Un.

Diketahui pula, selain membahas Korea Utara, kedua kepala negara membahas potensi pertukaran J-Dragon dan Cowboy Junior.

Setelah puas menikmati polusi Jakarta, Jokowi kemudian mengajak Jae-In cari udara segar.

“Yuk, Pak Jae-In, kita cus ke Bogor.”

“Yukkk Pak Joko”

Kemudian berangkatlah mereka naik mobil kepresidenan. Motor trail Pak Joko yang kemarin dipakai blusukan kayaknya dibawa deh sama Paspampres.

Sesampainya di Bogor, Jae-In heboh. Dia banyak minta berhenti di pinggir, mau belanja ini itu. Salah satunya, dia belanja teh sekerdus. Waktu Jae-In mau bayar ke pedagangnya, Jokowi menahan tangannya.

“Pak, saya saja yang traktir. Anggap ini traktir kenegaraan,” jelas Jokowi kalem.

“Wah, Pak Joko baik sekali. Akan saya terima dengan senang hati,” ucap Jae-In senang.

“Suka toh sama teh di Jakarta tadi? Produksi Bogor ini tehnya,” terang Jokowi.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

“Iya Pak Joko, hehe,” jawab Jae-In tersipu.

Selesai belanja teh, mereka kemudian ngecek toko sebelah. Ternyata jualan batik. Bergegaslah Jokowi menunjukkan kepada Jae-In batik kebanggaan Indonesia. ‘Diplomasi beli batik’ sudah ada di pikiran Jokowi sejak semalam.

Singkat cerita, setelah puas coba-coba, keduanya memilih batik seharga Rp 100.000. Tanpa banyak basa basi, keduanya langsung salam-salaman dengan warga lalu ngeloyor pergi.

Ada yang aneh, ternyata batik Jae-In lupa dibayar. Jae-In ngira Jokowi mau traktir lagi. Padahal mah ngga, Jokowi cuma bayar batiknya sendiri.

Buyarlah rencana diplomasi batik Jokowi. Hehe. (R17)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Mengejar Industri 4.0

Revolusi industri keempat sudah ada di depan mata. Seberapa siapkah Indonesia? PinterPolitik.com “Perubahan terjadi dengan sangat mendasar dalam sejarah manusia. Tidak pernah ada masa penuh dengan...

Jokowi dan Nestapa Orangutan

Praktik semena-mena kepada orangutan mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), praktik-praktik itu terus...

Indonesia, Jembatan Dua Korea

Korea Utara dikabarkan telah berkomitmen melakukan denuklirisasi untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea. Melihat sejarah kedekatan, apakah ada peran Indonesia? PinterPolitik.com Konflik di Semenanjung Korea antara...