HomeCelotehDemokrat Pelihara Orang Gila?

Demokrat Pelihara Orang Gila?

“Iya, Rendra anggota Demokrat. Ia sudah dipecat oleh Partai. Surat pemecatan berdasarkan keterangan keluarga bahwa Rendra dinyatakan gila.” ~ DPD Partai Demokrat Jatim, Renvile Antonio.


PinterPolitik.com

[dropcap]E[/dropcap]ntah apa yang ada dibenak Rendra Hadi Kurniawan (39), lelaki yang tercatat sebagai kader Partai Demokrat di daerah Sidoarjo ini, saat mengunggah video SARA dengan menghina Nabi Muhammad SAW. Video tersebut sempat viral di media sosial dan membuat Warganet menjadi geram. Mmm, kok ada ya kader partai yang kayak gini. Dapet didikan dari siapa ya Rendra itu? Kok bapuk gitu akhlaknya.

Saking viralnya, video ini juga sampai ke kuping Demokrat. Ya benar aja, dengan cepat Demokrat memutuskan untuk memecat Rendra dari keanggotaan partai. Tapi alasannya itu loh yang gak banget. Ya kali alasan pemecatannya dengan dasar gangguan kejiwaan. Sumpeh loh, mi apa coba?

Sebentar deh, jadi maksudnya dari dulu Demokrat menerima kader yang punya riwayat gangguan kejiwaan gitu? Cuma kebetulan aja dia lagi viral dan bikin ulah, jadi dipecat aja sekalian biar gak bikin malu. Mmm, kayak gak gitu kan ya. Apa si Rendra ini tetiba gila mendadak saat membuat video itu?

Anak kecil aja juga tau, mana ada petir di siang bolong. Ini lagi, Demokrat pake alibi si Rendra mengalami gangguan kejiwaan jadi sudah gak memenuhi AD/ART partai sehingga layak dipecat. Aya aya wae ah. Dan berdasarkan introgasi awal kepolisian yang bersangkutan ini dinyatakan gak gila. Nah loh, kok beda?

Baca juga :  PDIP Bakal Gabung KIB?

Demokrat Pelihara Orang Gila?

 

- Advertisement -

Emangnya orang gila itu bisa naik mobil ya, jago bener dia. Jadi yang bener yang mana nih? Statement alasan pemecatan Demokrat bohong ya, jiah cape deh. Gak ada partai yang sempurna kok, tenang aja masyarakat juga ngertiin. Ya jangankan orang gila biasa, gila harta, gila jabatan, gila kekuasaan juga ada kok di dalem partai. Cuma masalahnya, mau ngakuin gak kalau banyak orang gila di dalam partainya.

By the way, anyway, busway, kok eike jadi keinget video yang sebelumnya sempat viral juga ya. Itu loh terkait viralnya video Ruslan Usman yang menolak ditilang polisi. Ia pun juga berakhir dengan dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Bima.

Sepertinya perilaku manusia itu emang sulit ditebak ya, apa maunya. Masa orang-orang yang kayak gini dipelihara di dalam partai sih. Pecat-pecatin aja kader yang kek gitu. Jangan sampe kecolongan lagi lah. Toh filsuf Desiderius Erasmus (1466-1536) pernah mengatakan, ‘Human affairs are so obscure and various that nothing can be clearly known.’(K16)

Posted by RM Rendra Hadi Kurniawan on Friday, 13 April 2018

spot_img

#Trending Article

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mantra “Yakusa” Mahfud Buat Anies?

“Siap hadir ke arena Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Yakin usaha sampai (Yakusa) untuk membangun insan cita HMI” –   Mahfud MD,...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...