HomeCelotehDahnil: Tsunami Jadi Agenda Jokowi

Dahnil: Tsunami Jadi Agenda Jokowi

“Bencana itu dipikir sebelum terjadi, tapi gimana mau pikir ya, otak aja enggak punya.”


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]urut berduka sedalam-dalamnya atas terjadinya bencana gempa bumi yang disertai tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah. Hal ini menjadi duka bersama segenap bangsa, termasuk pemerintah.

Rasa duka juga hadir dari Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak. Doi meminta Presiden Jokowi segera menetapkan status bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menjadi bencana nasional.

Kata Dahnil, ada baiknya Jokowi menyatakan bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala bersamaan dengan Lombok sebagai bencana nasional, dan membuka bantuan internasional. Menurutnya semua demi membantu rakyat di sana.

Weleh-weleh, memangnya harus berubah status jadi bencana nasional, terus berharap bantuan internasional ya bang? Emangnya kita sendiri aja yang nanganin enggak bisa ya? Ckckck. Click To Tweet

Kalau menurut Dahnil, penanganan bencana di Lombok pada bulan Agustus lalu hingga kini belum tuntas, apalagi ditambah adanya bencana di Palu dan Donggala ini. Jadi intinya kata doi pemerintah tidak mampu menanggulangi bencana seperti ini.

Duh aduh, kasihan ya rakyat Indonesia, sudah tempe setipis kartu ATM, utang banyak, terus ngurus bencana gini aja harus ngemis sama negara lain. Weleh-weleh.

Dahnil mengatakan penetapan status bencana nasional yang bisa membuka bantuan internasional ini tentang kemanusiaan, bukan citra menjelang Pilpres.

Baca juga :  Singkirkan Dudung, PDIP Pilih Andika?
- Advertisement -

Oh jadi menurut Dahnil, Jokowi mau sok-sokan jadi super hero di kondisi yang sedang berkabung ini? Hmm, emangnya bener gengs? Apa kalian yakin Jokowi tidak menjadikan ini bencana nasional karena gengsi biar enggak dibilang: “Urus bencana aja minta bantuan asing, apalagi urus negara”, gitu?

Ah, tapi kalau menurut eyke sih gengs enggak penting deh Jokowi pencitraan apa enggaknya. Soalnya baik Jokowi maupun Prabowo, enggak ada bencana seperti ini aja gemarnya pencitraan, apalagi sampai ada bencana. Betul apa betul?

Nah yang terpenting, kenapa coba negara yang berada di cincin api ini bisa salah memprediksi bencana yang datang dari laut? Katanya BMKG enggak akan ada tsunami, eh ternyata alat pendeteksi tsunami-nya rusak. Wkwkwk, eh jangan bilang alat pendeteksi tsunaminya rusak senasional lagi. Weleh-weleh.

Seandainya prediksi itu akurat, pasti korban jiwanya enggak sebanyak hari ini. Makanya sering-sering denger deh perkataan orang jaman dulu biar enggak banyak kecolongan gengs:

“Mencegah lebih baik daripada memperbaiki”. (G35)

 

spot_img

#Trending Article

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Cak Imin Akhirnya Mundur?

Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin akhirnya mengaku bahwa dirinya telah undur diri. Apa alasan Cak Imin akhirnya undur diri?

Jokowi Cuma Bisa PBB Kelas Lokal?

Meski diprotes oleh sejumlah pihak karena tidak hadiri Majelis Umum PBB sebagai presiden G20, Jokowi ternyata sudah panggil PBB ke Istana.

SBY Turun Gunung, AHY Ngapain?

“Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan...

Megawati Bisa “Jinakkan” Kim Jong-un?

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri baru saja berkunjung ke Korea. Di sana, Mega mengklaim dirinya diminta damaikan Korsel dan Korut.

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...