HomeCelotehBuzzer Jokowi Dibuang?

Buzzer Jokowi Dibuang?

Kecil Besar

“Itu lah destruktif, dan itu sudah tidak perlu lah,” – Moeldoko


PinterPolitik.com

Buzzer bisa jadi bermanfaat atau malah mendatangkan kerugian. Nah, khusus untuk buzzer Jokowi akhir-akhir ini dikritik karena terlampau militan dalam membela pemerintah.

Baik DPR dan Pemerintahan Jokowi baru-baru ini dikecam publik akibat banyaknya RUU bermasalah yang mengundang serangkaian demonstrasi besar-besaran di ibu kota maupun kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Namun tetap saja para buzzer loyalis Jokowi ini tidak paham situasi dan tak pandang bulu dalam membela junjungannya. Mereka terus-menerus melakukan ofensif terhadap kelompok oposisi dengan berbagai ujaran vulgar yang membuat jengah masyarakat.

Kabar seperti mobil ambulans angkat batu, grup WA anak STM dan demo mahasiswa ditunggangi aktor menjadi pemberitaan di media. Namun setelah ditelusuri, ternyata semuanya hoaks yang disebar para pendengung politik.

Terkait hal ini, pemerintah pun akhirnya kena getah akibat ulah loyalisnya sendiri. Publik semakin antipati pada Jokowi yang bahkan belum dilantik. Akhirnya Istana pun memutuskan untuk turun tangan, menertibkan anak buahnya yang militan ini.

Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan, menyatakan bahwa sudah saatnya para buzzer berhenti bikin huru-hara dengan kelompok oposisi serta mulailah membangun argumen dan kritik yang konstruksif.

Walaupun memang mustahil seperti mengukir di atas pasir, namun perlu diingat bahwa fanatisme yang berlebihan justru akan menghancurkan Presiden sendiri.

Eksistensi ‘buzzer Istana’ yang liar justru menjatuhkan pamor pemerintah semakin dalam. Staf kepresidenan pun menyatakan sulit untuk menertibkan buzzer karena tidak ada struktur komando yang jelas. Jadi ya keprihatinan pemerintah ya cuma sebatas imbauan.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Walaupun kehadiran buzzer Jokowi sudah jadi duri dalam daging bagi pemerintah, namun pemerintah masih perlu buzzer sepertinya. Karena walaupun ada niat nertibin buzzer namun tidak pernah ada yang ditindak.

Yang kemarin itu, soal ambulans berisi batu dan grup WA STM, memangnya ada buzzer yang ditindak?

Jadi gimana nih pak? Serius ga menciptakan situasi informasi di Indonesia yang kondusif? Kalo iya, yang tegas dong dan tidak pandang bulu. Jangan janji doang.

Bukannya bapak sudah sudah sadar, kalo gak ditertibin bakal tambah meledak di luar proporsi. Kayaknya bapak perlu menerapkan pepatah ‘habis manis sepah dibuang’ pada para buzzer ini. (M52)

 

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...