HomeCelotehBuwas, Juragan Beras Sachetan

Buwas, Juragan Beras Sachetan

“Insyaallah minggu depan akan kita edarkan di beberapa tempat. Itu kualitas (beras) premium dan lokalan, hasil lokal.” ~ Direktur Utama Bulog, Budi Waseso


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]ak bisa dipungkiri, keberadaan nasi di meja makan – bagi orang Indonesia, sangat penting artinya. Walaupun sudah ada lauk dan sayur beraneka ragam, kalau belum ada nasi yang mengepul di bakul, pasti dirasa belum lengkap. Jadi walau dompet kempis sekalipun, bagi bunis (ibu-ibu manis), beras tetap harus terbeli.

Demi memahami pentingnya nasi bagi masyarakat dan kebutuhan para bunis tersebut, mantan Kepala BNN yang sekarang menjabat sebagai Dirut Bulog, Budi Waseso atau Buwas, berjanji akan segera merealisasikan beras eceran bentuk sachet (bungkus kecil) ke pasaran. Konon, beras sachet ini berisi 200 gram beras atau sekitar tiga piring nasi.

Bagi masyarakat kebanyakan, ide beras sachet ini mungkin agak janggal. Tapi bagi masyarakat kurang mampu, adanya penjualan beras eceran dengan jumlah kecil akan membantu di saat masa-masa “krisis” keuangan. Maklum saja, umumnya beraskan dijual per liter yang harganya belum tentu mampu di kantong warga miskin.

Maklum saja, beras kan biasanya dijual perliter yang harganya mencapai Rp 8000 hingga Rp 10.000, sementara beras sachet sebungkusnya hanya dibandrol Rp 2.500 saja. Kualitasnya? Wow, jangan tanya. Soalnya Buwas memastikan kalau beras yang akan didistribusikan ke seluruh pelosok tanah air tersebut berkualitas baik.

Baca juga :  Kalau Tinggalkan Anies, PKS Dapat Apa?

Widiiiih, abis sibuk ngumpulin Narkoba, sekarang Buwas malah nyebar-nyebarin beras nih. Tapi pertanyaannya, kira-kira dapat berapa banyak ketupat yang dihasilkan dari 200 gram beras ya? Hmmm, kalau kebutuhan lagi banyak begini, bukannya lebih banyak orang yang beli literan? Ah, entahlah.

Mungkin Buwas memikirkan nasib mereka yang kesusahan dan enggak kebagian beras zakat ya? Wah, jahat banget tetangganya kalau ada rakyat miskin yang enggak kebagian beras zakat, hadeuh. Apapun itu, pendiri Apple.Inc., Steve Jobs bilang kalau inovasi lah yang membedakan seorang pemimpin dengan follower. Hmm, dengan menjadi juragan beras sachet aja, Buwas sudah membuktikan kalau dirinya pemimpin, lho. Mantaps! (R24)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...