HomeCelotehBayi Haram Bernama Reklamasi

Bayi Haram Bernama Reklamasi

Kecil Besar

Pihak-pihak saling lempar tanggung jawab! Seperti seorang anak yang tidak diinginkan, reklamasi teluk Jakarta mulai makin tak jelas arahnya! Pemimpin saling silang pendapat, eh pembangunannya malah jalan terus!


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]oran pagi ini mengangkat tajuk yang menurut Abdul agak gimana gitu. Isinya tentang Pakde yang menyebut dirinya tidak pernah memberi izin reklamasi teluk Jakarta, baik saat menjabat sebagai gubernur maupun saat menjadi presiden.

Lha, kalau nggak ada izinnya kok proyeknya bisa jalan terus? Bahkan sudah ada bangunan loh di Pulau C dan D!

Emang proyek itu bisa jalan dengan sendirinya?

Pakde menyebut pernah mengeluarkan Pergub 146 tahun 2014 tentang ‘Pedoman Teknis Membangun dan Pelayanan Perizinan Prasarana Reklamasi Kawasan Strategis Pantura Jakarta’. Namun, Pergub tersebut hanyalah aturan terkait bagaimana prosedur pengajuan izin itu berlaku. Pergub 146 itu bukan izin reklamasi! Catat, bukan izin!

Kalau tidak ada izin, lalu mengapa proyeknya bisa lancar jaya dan melenggang mulus dikerjakan?

Sampai-sampai menteri-menteri Pakde pun sempat berantem gara-gara reklamasi. Kini, setelah gubernur baru terpilih, menteri sama gubernurnya yang berantem.

Menurut Abdul, sebenarnya yang aneh adalah mengapa Pakde tiba-tiba berbicara seperti itu. Apakah karena ada lobi-lobi pemimpin baru yang kemudian menyetujui kelanjutan pembangunan di pulau C dan D?

Katanya proyek ini diteruskan karena sudah terlanjur dibangun dan kalau dibongkar akan menelan biaya yang juga mahal.

Kok jadi mirip-mirip MBA alias married by accident, ya? Karena sudah terlanjur dibangun, maka tak peduli lagi legal atau tidak, lanjutkan saja!

Jangan heran jika proyek reklamasi ini jadi terlihat seperti bayi haram hasil hubungan gelap: yang karena kehadirannya maka pasangan mau tidak mau harus menikah!

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Sebenarnya sih fine-fine saja lah Pakde berbicara seperti itu. Apalagi Abdul pernah baca kalau persoalan tentang reklamasi dan tata aturannya sudah dikeluarkan sejak zaman Presiden Soeharto.

Tetapi, kalau Pakde menyebut tidak pernah memberikan izin, apakah itu berarti Pakde tidak tahu kalau ada menterinya yang begitu ngotot menyukseskan program ini? Eh?

Atau ini hanya strategi politik Pakde untuk mengamankan posisinya, mengingat setelah Alexis bubar, kini mata semua orang tertuju pada janji kampanye pemimpin baru berikutnya tentang reklamasi?

Mau tidak mau publik juga menyorot pihak-pihak yang memberikan izin proyek tersebut dibangun dan Pakde adalah salah satu orang yang akan masuk dalam frame pembahasan.

Entahlah. Sulit membayangkan negara ini bisa cepat maju kalau ribut terus. Semuanya serba dipolitisasi!

Kalau pun reklamasi akan menjadi isu penting di 2019, mungkin Pakde sedang mengatur strategi agar nantinya ‘bayi haram’ ini tidak menyulitkan posisinya.

Ah, republik!

(S13)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.