HomeCelotehBawaslu Bisa Dikte Ulama?

Bawaslu Bisa Dikte Ulama?

Jelang Pilkada Serentak, Bawaslu akan membuat pedoman materi khotbah untuk menghindari ceramah yang menjurus ke ranah politik ataupun SARA.


PinterPolitik.com

“Ini program sudah lama, materi pencegahan bukan hanya dari Pilkada DKI. Kami bukan mengatakan Pilkada DKI jelek, tapi Pilkada DKI kan tensinya naik gara-gara itu. Nah oleh sebab itu, kami ingin tensinya agar turun sehingga materi khotbah baik, dapat diterima masyarakat dan tidak membela Paslon tertentu.”

[dropcap]S[/dropcap]etiap kejadian buruk, pasti ada hikmahnya. Petuah lama yang kerap digunakan oleh nenek dan kakek untuk “menyenangkan” cucunya setelah jatuh dari sepeda ini, mungkin juga menjadi pelajaran pahit bagi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Seperti yang diungkapkan oleh anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di atas, apa yang telah terjadi di Pilkada DKI merupakan ‘kecelakaan berat’ bagi mereka. Bagaimana pun, Bawaslu memang wajib merasa “kecolongan” dengan masuknya kampanye politik melalui khotbah di masjid-masjid.

Pekatnya unsur SARA yang digaungkan pihak tertentu dalam Pilkada DKI, pada akhirnya menjadi luka bagi demokrasi Indonesia. Sialnya, luka itu akan tetap terbuka hingga lima tahun ke depan. Bahkan, disinyalir luka yang sama juga ingin ditularkan ke wilayah-wilayah lain dalam Pilkada Serentak mendatang.

Ibarat anak kecil yang sudah pernah bocor kepalanya setelah bersepeda, tentu sangat wajar bila Bawaslu berpikir untuk menggunakan helm pelindung saat ingin berkendara lagi. Helmnya ternyata berupa aturan terkait materi khotbah yang disampaikan ulama maupun ustadz, apabila menjurus ke ranah politik maupun SARA.

Sejauh ini, Bawaslu sudah mendapatkan restu baik dari PBNU maupun MUI. Terus apakah ada yang keberatan? Ya tentu saja ada, kalau engga ada yang keberatan kan bukan berita namanya. Gampang aja kok menebak siapa yang paling sewot dengan adanya rencana ini, tak lain dan tak bukan ya Front Pembela Islam (FPI).

Baca juga :  Misteri Pak Bas Jadi Fotografer
- Advertisement -

Dalam Pilkada DKI lalu, “bakteri” pembuat lukanya kan memang didalangi organisasi massa Islam yang belakangan mulai melempem setelah ditinggal junjungannya ke negeri Onta ini. Engga heran pula kalau yang di Arab sana udah mulai kelojotan pingin balik ke Indonesia, biar bisa memimpin pasukannya lagi di Pilkada nanti.

Tapi kalau dipikir-pikir, yakin Bawaslu bisa mengatur para ulama dan ustadz yang berkhotbah di masjid-masjid? Gimana caranya? Apalagi para pengkhotbah dari FPI yang kini, sepertinya, sudah mulai bergerak menjelek-jelekkan pemerintah di setiap acara. Hmmm, yakin Bawaslu punya palu untuk mentungin mereka?

Dalam pelaksanaannya pun, apa Bawaslu sudah menggunakan helm yang benar untuk bersepeda? Karena percuma juga kalau bersepeda tapi menggunakan helm proyek saja, kalau jatuh ya pasti bakal bocor juga kepalanya. Jadi, apa ini artinya Bawaslu akan melakukan hal yang sia-sia semata, atau memang sekedar menghabiskan anggaran saja? Hmm. (R24)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Megawati-Puan Sayang Korea?

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tampak sangat "sayang" dengan Korea Selatan (Korsel). Mengapa?

Siasat Kartu Nama Erick di G20?

“Erick Thohir mendirikan Mahaka Group, konglomerasi yang fokus pada olahraga dan media hiburan, cetak, radio, dan televisi. Juga memiliki sejumlah klub sepak bola nasional...

NasDem Adalah Partai Main-main?

“Ini bagus juga. Saya hormati itu. Makanya, kalau sudah tahu elektabilitas kecil, ngapain harus dihitung? Anggap saja ini partai main-main.” –  Surya Paloh, Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem PinterPolitik.com Beberapa waktu lalu, panggung...

Macron Bukan Blusukan Tapi KKN?

“Ramah sekali Presiden Prancis ini” –  Warganet  PinterPolitik.com Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terlihat menyempatkan diri “blusukan” di Bali usai Konferensi Tingkat Tinggi...

Anies Pelan-pelan “Ngeteng” KIB?

“Mestinya, KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) sekarang itu larinya ke Anies. Saya kira akan gabung ke sana,” – Habil Marati, Ketum Forum Ka’bah Membangun PinterPolitik.com Akhir-akhir ini,...

Misteri Pak Bas Jadi Fotografer

“Ya, itu memang hobinya. Ini kan juga event besar yang langka ya,” – Endra Atmawidjaja, Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PinterPolitik.com Konferensi Tingkat Tinggi...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...