HomeCelotehAnies Melenggang, Sandi Sewot

Anies Melenggang, Sandi Sewot

“Tugas saya di Pemprov DKI bersama Pak Anies akan menjadi prioritas utama. Jadi itu tidak ada kompromi, kita akan fokus di Jakarta.” ~ Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.


PinterPolitik.com

[dropcap]R[/dropcap]asanya gimana gitu ya, eike ngeliat hubungan kemesraan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Wakilnya Sandiaga Uno yang kian hari makin renggang. Renggang bukan sembarang renggang loh ya. Tapi renggang karena Bang Anies selalu berniat meninggalkan Sandiaga demi menuju kursi RI-2.

Lha, kalau memang kapabel, kenapa gak, iya kan! Toh dahulu juga Pakde Jokowi melakukan hal yang sama untuk kursi RI-1. Dan alhamdulillah berhasil tuh menjabat. Kalau Jokowi yang notabene wong Solo aja bisa, kenapa Anies yang ngakunya orang Jakarta asli gak bisa? Begitu lah ya kira-kira. Mastah.

Secara pribadi, Bang Sandi emang agak kurang setuju sih kalau Anies meninggalkan Jakarta. Kata-kata halusnya tuh, warga Jakarta sangat membutuhkan sosok Anies untuk membangun kota tersebut. Masa baru menjabat sebentar, eh berpaling ke lain hati. Kalau kata Cita Citata sih, ‘Sakitnya tuh di sini’.

Kalau nanti benar, Anies melenggang meninggalkan Jakarta demi kursi RI-2, kalau kata Bang Sandi itu artinya Lo Gue End! Cie cie yang putus, hahaha. Tapi kalau dipikir-pikir, kenapa juga Bang Sandi sewot, toh nanti dia juga ketiban durian runtuh tuh, jadi Gubernur. Ah kelakar Bang Sandi aja niy ya.

Aslinya mah dia tetep mau mau malu gitu deh. Lagian siapa sih yang gak mau jadi orang nomor satu di DKI Jakarta. By the way, belum genap satu tahun loh kalian berdua menjabat. Artinya, kalau Bang Sandi nanti naik jadi Gubernur Jakarta, bisa dapet empat tahun full tuh, gak rugi lah ya. Mantap jiwa.

Baca juga :  Bintang Tito-Idham Belum Redup?

Dan FYI aja niy ya, sebelum ini Partai Gerindra memang telah mencari 15 nama kandidat dari Cawapres Prabowo. Dan dari 15 nama tersebut, kini tengah mengerucut menjadi beberapa nama. Konon kabarnya sih, mereka adalah Aher, Anis Matta, Anies Baswedan, dan Gatot. Mmm, berat juga ya kompetitornya.

Jadi gak ada ruginya lah ya bagi Bang Sandi kalau Anies maju mendampingi Prabowo. Untung banyak malahan, karena bisa jadi Gubernur Jakarta. Ya tau sih, ada perasaan jealous gitu dari Bang Sandi. Tapi so what gitu loh, gak usah dibawa baper. Nanti kalau rezekinya, siapa tau Bang Sandi kecipratan jadi Menteri. Yoi mamen. (K16)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Mantra “Yakusa” Mahfud Buat Anies?

“Siap hadir ke arena Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Yakin usaha sampai (Yakusa) untuk membangun insan cita HMI” –   Mahfud MD,...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...