HomeCelotehAnies ‘Diskriminasi’ Warga Pendatang

Anies ‘Diskriminasi’ Warga Pendatang

Kecil Besar

“Pastikan semua imunisasi, (dan) vaksin itu dibereskan. Sehingga kedatangannya kalau pun nanti ada masalah tidak memberikan kontribusi problem ke daerah baru,” ~ Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]enduduk Jakarta ‘asli’ mesti bangga memiliki Gubernur seperti Anies Baswedan. Ia sangat peduli dengan kesehatan warganya dari potensi kemungkinan terjangkit penyakit pasca arus balik pemudik ke Jakarta. Anies mengatakan pendatang yang masuk ke Ibu Kota harus tuntas melakukan vaksin. Mmm, entah apa maksudnya. Mungkin dia ingin Jakarta steril dari orang-orang berpenyakit!

Emangnya daerah lain penuh dengan wabah penyakit ya, kok sampe segitunya pemudik yang balik ke Jakarta diinstruksikan wajib divaksin. Ok lah pemudik asal Jakarta sebelumnya bisa dipastikan sudah divaksin. Jadi himbauan ini diperuntukan bagi pendatang baru yang ingin mengadu nasib di Jakarta. Wew.

Mmm, suudzon nih Pak Anies. Meski daerah gak semaju Jakarta, tapi pelayanan kesehatan di daerah juga gak kalah loh. Jadi eike jamin bisa dipastikan udah pada divaksin. Malahan pernyataan Anies ini terhitung unfaedah banget. Gak ada apa pernyataan yang lebih produktif selain mengenai keharusan vaksin ini?

Gimana kalau pernyataan ini malah direspon negatif sama warga daerah yang hendak ke Jakarta? Kan bisa aja mereka-mereka ini disamakan dengan para zombie yang berpotensi bisa menginveksi kesehatan warga Jakarta. Kalau udah kayak gitu gimana coba? Hadeuh. Lebih bijak lah dalam memberikan himbauan.

Bagaimanapun juga, warga daerah kan juga manusia seutuhnya, ya meski nanti nyatanya mereka belum tervaksin, ya udah sih, langsung fasilitasi aja saat mereka tiba di Jakarta agar segera divaksin. Anies harusnya proaktif menjemput bola!

Menurut eike, menerapkan syarat yang berbeda bagi warga yang hendak datang ke Jakarta merupakan salah satu bentuk diskriminasi. Padahal sebelum ini Anies malah mencabut surat edaran syarat imunisasi buat anak yang masuk Taman Kanak-kanak & Sekolah Dasar di Jakarta. Kontardiktif banget kan? Hadeuh.

Yailah, jangan-jangan Anies emang sedari awal ingin dicitrakan sebagai sosok pemimpin pelindung warga Jakarta dari para pendatang yang potensi berpenyakit. Kalau Memang Anies cinta warga Jakarta, bukan begitu caranya. Cinta itu gak dibuat-buat dengan cara sok melindungi agar terlihat keren. Tapi lebih terbentuk dari sebuah ketekunan dan dedikasi kepada warganya. Seperti halnya yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778): “Love is a canvas furnished by nature and embroidered by imagination.” (K16)

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...