HomeCelotehAlexis Berakhir, Reklamasi Menanti!

Alexis Berakhir, Reklamasi Menanti!

Kecil Besar

Jarang loh ada pemimpin yang janji kampanyenya menutup hotel! Kini, setelah janji itu terpenuhi, ada proyek reklamasi yang sedang menanti! Wani piro?


PinterPolitik.com

[dropcap]N[/dropcap]yali pemimpin baru memang sedang diuji! Namun, menurut Abdul, menutup hotel yang namanya sama dengan pemain Arsenal, Alexis Sanchez ini mungkin menjadi salah satu program paling mudah dilaksanakan. Tinggal ditolak saja perpanjangan izin usahanya. Beres. Semua pendukung pasti akan bersorak-sorai!

Apalagi program tersebut adalah salah satu program populis untuk menarik massa dari basis pemilih yang menjunjung tinggi ajaran agama.

Selain itu, penutupan hotel ini akan membuktikan bahwa janji yang diucapkan pada saat kampanye bukanlah ucapan kosong saja.

Namun, setelah hotel itu berhasil ditutup, janji lain tentang penghentian proyek timbun laut alias reklamasi sedang ditunggu. Apakah pemimpin baru punya nyali yang sama untuk proyek ini?

Kalau dilihat dari skalanya, menurut Abdul, jelas reklamasi punya skala persoalan yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak. Apalagi proyek ini bukan hanya melibatkan pihak swasta atau perusahaan tertentu saja, tetapi ada persoalan politik nasional di dalamnya karena melibatkan pemerintah pusat.

Pertarungan di reklamasi sesungguhnya akan menjadi arena gulat politik nasional antara pemerintah melawan kubu oposisi yang saat ini menjadi penguasa di ibukota.

Lalu, apa mungkin, pemimpin baru kita ini memberlakukan hal yang sama pada reklamasi seperti saat penutupan hotel Alexis?

Sepertinya bakal sulit. Kalau soal hotel, yang berkepentingan tentu hanya pemilik hotelnya saja. Sementara, kalau soal reklamasi, kepentingannya jauh lebih luas, mulai dari pengembang yang lebih dari satu dan tentu saja pemerintah pusat.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Pemberitaan yang muncul sih menyebut pemimpin baru kita sudah dilobi oleh pengusaha dengan difasilitasi bos besarnya – itu loh, jenderal berkuda.

Mungkin masih butuh pasukan putih alias pasukan dari langit, ya? Apalagi kemarin ada istilah ‘revolusi putih’ yang dilemparkan ke publik.

Memang itu hanya tentang perbaikan gizi anak-anak dengan kebiasaan minum susu, tetapi kata ‘putih’ belakangan makin sering jadi klaim politik, terutama semenjak ibukota diputihkan. Lha Pakde aja bajunya putih terus yang dipakai, kan berasa jadi anak ospek!

“Woi, Dul! Bengong aja lu kalau pagi-pagi! Mandi sana, badan lu bau mercon pabrik yang meledak! Itu pabriknya punya izin nggak, sih?”

Di tempat lain, ada yang sumringah jadi didukung partai beringin.

Cie, bang Pandji jadi timsesnya nih ye!

(S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.