HomeCelotehAkan Kuhajar Kepalamu, Istriku!

Akan Kuhajar Kepalamu, Istriku!

Hari ini aku bekerja keras. Tapi, sampai di rumah aku kecewa pada istriku.


PinterPolitik.com

Kamu tidak tahu, diriku lelah bekerja, istriku? Kamu seharusnya bersyukur aku punya pekerjaan tetap dan bisa membelanjakanmu lauk pauk sayur mayur untuk kita. Kamu seharusnya bersyukur, aku gigih bekerja. Tidak seperti kamu yang cuma bisa memasak dan mengurus anak di rumah.

Tapi, kamu tahu, kamu tidak berguna?

Ini sudah sembilan tahun pernikahan kita. Tapi ketika aku capai-capai pulang bekerja, apa yang kamu lakukan? Kamu malah tidur. Kamu tidak memenuhi nafsu seks ku sore itu. Kamu memasak masakan yang sama dengan hari kemarin. Padahal, cuma itu yang perlu kamu lakukan, dan kamu tidak bisa! Bukan cuma tak berguna, kamu sama sekali tidak menghormatiku!

Tidak apa lah kalau begitu. Aku tidur saja, menjauh dari kamu yang tidak berguna ini. Anak kita? Biar saja dia berlari ke kamu. Kamu kan ibu, urusanmu hanya mengurus anak. Aku capai sekali jadi bapak, mencari duit yang aku kontrol sepenuhnya untuk kamu. Dan tentu saja, mengurus dan menimang anak kita yang berumur delapan dan lima tahun sama sekali bukan urusanku.

Tapi, lagi-lagi apa yang kudapat darimu? Bahkan saat aku tidur, kamu membangunkanku! Kamu mengusikku! Kamu sudah gila!

Aku tidak mendengar apapun yang kamu bilang. Mungkin kamu butuh dibantu membenarkan plafon bocor, aku tidak peduli. Mungkin kamu butuh menceritakan keluh kesahmu, aku lebih tidak peduli. Mungkin anak-anak kita mengajakku bermain, aku tidak peduli lah! Itu tugasmu, istriku!

Aku sama sekali tidak mendengar. Yang aku mau hanya tidur lelap sore itu sepulang bekerja. Dan kalau kamu mengganggu, aku akan menghajarmu.

Baca juga :  Puan, Gembira di Atas Duka?
- Advertisement -

Dan tanpa ragu, tanganku berlari sendiri ke kotak perkakas, kotak yang aku raih saat mau mengutak atik plafon rumah. Kuambil gagang kayu dengan kepala baja yang biasa kunamakan martil. Martil itu tak ingin kupakai untuk memaku plafon bocor kita.

Martil itu ingin kulayangkan ke kepalamu, istriku.

Aku akan hajar kepalamu dengan paluku ini!

Aku hajar istriku

Detik selanjutnya, aku lihat istriku terjatuh di lantai. Kepalanya mengeluarkan darah, matanya seperti tak melihat. Kuguncangkan bahunya, tak bereaksi sedikit pun. Kulihat tetanggaku masuk menolong, istriku diangkat dan seseorang mengatakan,

“Lekas selamatkan nyawanya, dia kritis!”

Detik selanjutnya, aku sudah duduk di kursi pesakitan. Pengadilan mengatakan aku melanggar UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Aku dikenakan Pasal 5 a dan b, perkara aku menyakiti fisik dan psikis istriku.

Hah? Apa masalahnya? Istriku tidak mati kan?

“Sudah gila kamu! Masuk kamu ke penjara!” bentak hakim.

- Advertisement -

Istriku, sudah aku geram sekali padamu, sekarang kamu memenjarakanku.

Kamu tahu kamu tidak berguna? (R17)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Anies-AHY, Reuni Kuasa SBY-JK?

“Padahal saat itu SBY dan JK adalah menteri Megawati. Toh pertarungan keras antarkan SBY-JK sukses kalahkan Megawati yang adalah Presiden saat itu,” – Muslim...

Ojol Sejahtera, Janji Tinggal Janji?

“Besar harapan kami, aksi yang kami lakukan dapat diakomodir menjadi diskusi yang baik dan konstruktif, dan dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia yang berprofesi...

Ridwan Kamil Penuhi Syarat Kaesang?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) komentari studi soal bubur diaduk vs tidak diaduk. Bagaimana dengan di Istana menurut Kaesang?

Gibran Kok Berani Lawan Jokowi?

Jokowi teken Inpres yang syaratkan penggunaan mobil listrik sebagai mobil dinas . Namun, Wali Kota Solo Gibran sebut Pemkot Solo belum ke sana.

Megawati Perlu ke Pesulap Merah?

Soal usulan nomor urut partai yang tetap di setiap Pemilu, Megawati dituding konsultasi ke dukun. Lebih baik ke Pesulap Merah saja sekalian?

Kasino, Alternatif Enembe Cuci Uang?

“Bukan itu persoalannya, itu (tambang) juga tidak pernah ada. Jadi sekarang ini kan Pak Gubernur dituduh hasil korupsinya disetor ke kasino, sekarang tugasnya itu...

Prabowo Siap Di-ospek?

“Pertanyaannya adalah, (kampanye) boleh dilakukan di mana saja? Di mana saja sepanjang ada pemilih, itu boleh kampanye pada prinsipnya, termasuk di dalam kampus, di...

More Stories

Mengejar Industri 4.0

Revolusi industri keempat sudah ada di depan mata. Seberapa siapkah Indonesia? PinterPolitik.com “Perubahan terjadi dengan sangat mendasar dalam sejarah manusia. Tidak pernah ada masa penuh dengan...

Jokowi dan Nestapa Orangutan

Praktik semena-mena kepada orangutan mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), praktik-praktik itu terus...

Indonesia, Jembatan Dua Korea

Korea Utara dikabarkan telah berkomitmen melakukan denuklirisasi untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea. Melihat sejarah kedekatan, apakah ada peran Indonesia? PinterPolitik.com Konflik di Semenanjung Korea antara...