BerandaCelotehAkal-Akalan ‘Politisisasi’ Masjid?

Akal-Akalan ‘Politisisasi’ Masjid?

“Umat Islam dinina bobokan bahwa masjid hanya untuk dzikir. Sedangkan bahas politik enggak boleh. Itu juga yang terjadi di Timur Tengah. Makanya porak poranda.” ~ Ketua Umum PAN, Zulkifli Hazan.


PinterPolitik.com

[dropcap]E[/dropcap]ntah kenapa, partai-partai oposisi Pemerintah sangat gemar sekali menjadikan umat Islam sebagai obyek politik untuk merebut kekuasaan. Buktinya nih ya, elite politik mulai ramai mempolitisasi masjid agar membahas politik kekinian. Ya mungkin sih maksudnya baik, biar umat melek politik. Tapi kalau justru dengan ini malah ada penggiringan opini umat gimana?

Wajar aja kalau pada akhirnya partai politik yang berbasis oposisi berlomba-lomba mempolitisi masjid sebagai sarana memanipulasi paradigma umat mengenai kondisi politik Indonesia saat ini. Ya seperti celotehan Besan Bang Zul, Amien Rais yang sebelumnya mendikotomi Partai Allah dan Partai Setan. Wew.

Yang ada mah nanti umat Islam malahan diarahkan pada pandangan bahwa partai oposisi adalah Partai Allah karena membela hak-hak umat Islam, sedangkan partai pendukung Presiden Jokowi adalah Partai Setan. Tujuannya apa? Ya supaya suara pemilih hanya mengkrucut pada partai oposisi aja. Akal bulus.

Penyematan dikotomi dua partai tadi akan menjadi-jadi apabia terus ‘digoreng’ dalam ceramah-ceramaah keagamaan di masjid-masjid. Tujuannya sih simpel, ya dalam rangka pembunuhan karakter pada partai yang dituding sebagai kelompak Partai Setan. Ya ini yang namanya hipokrisi perebutan kekuasaan politik.

Bagi umat Islam yang polos atau sedari awal memang kontra Pemerintahan Jokowi, hal semacam ini sangat didambakan. Toh mereka secara sukarela mendengarkan dan mengamini setiap kata yang disampaikan, sekalipun itu isinya provokatif. Seperti gak akan menyolatkan mayat yang pilih pemimpin kafir. Hadeuh.

Tapi bagi umat yang kritis, mereka sadar bahwa agama mereka sedang dimanfaatkan oleh segelintir oknum elite politik hanya untuk mendulang suara saat Pemilu. Tipe umat seperti ini menolak untuk dimanipulasi akal pikirannya. Karena hak politik untuk memilih itu adalah hak pribadi seseorang, jadi gak elok diintervensi. (K16)

Baca juga :  Amien Rais Provokasi Surya Paloh?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Sandiaga Akan Kembali ke Prabowo?

Sandiaga Uno telah pamit dari Partai Gerindra. Mungkinkah Sandiaga bertemu Prabowo Subianto kembali di masa depan?

Coldplay ke Indonesia karena Jokowi?

Band ternama asal Inggris, Coldplay, dikabarkan akan konser di Jakarta, Indonesia. Mungkinkah Coldplay akan sampaikan pesan untuk Jokowi?

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Kilas Kiprah dan Ambisi JK

Di usianya yang saat ini menginjak 75 tahun sepertinya semua hal sudah dicapai oleh JK – begitu kalau kita menggunakan cara berpikir orang pada...

Rumor Reshuffle, Anies Akan Hilang Lagi?

April lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambahkan jabatan Wakil Menteri Kominfo (Wamenkominfo) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2023. Akibatnya, isu reshuffle kabinet pun kembali muncul. Mungkinkah ini jadi sentilan reshuffle selanjutnya pada Partai Nasdem, dan Anies?

Ganjar Perlu Branding Politik Baru?

Pada 21 April 2023, Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri, resmi menetapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden (capres) usungan partai. Padahal, baru Maret lalu, Ganjar mengalami blunder hebat akibat pernyataannya mengenai Piala Dunia FIFA U-20 di Indonesia. Karena itu, pantas kita pertanyakan, bisakah PDIP pertahankan titel king maker dengan capres pilihannya?

Safari Politik Prabowo Mulai dari Atas?

Momen Lebaran akhir April lalu rupanya digunakan Prabowo Subianto, Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, untuk bersilaturahmi ke kediaman berbagai kolega dan temannya. Adapun beberapa tempat yang ia kunjungi adalah kediaman Joko Widodo (Jokowi), Mahfud MD, Wiranto, AM Hendropriyono, dan lainnya. Apakah safari politik Prabowo berbalutkan sowan dimulai dari kunjungan ke para elite?

Pejabat Sudah Tidak Bisa ‘Flexing’?

Berbagai larangan agar pejabat dan ASN tidak 'flexing' mulai dikeluarkan oleh pemerintah. Apakah pejabat dan keluarganya sudah tidak bisa 'flexing'?

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...