HomeCeloteh#2019GantiPresiden, Masuk Pak Eko-nomi!

#2019GantiPresiden, Masuk Pak Eko-nomi!

Kecil Besar

“Masukkk Pak Ekooo!”


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]engamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti kembali bercuap. Katanya soal visi-misi gerakan tagar #2019gantipresiden harus diperjelas agar tidak menyebabkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Saran Ray seperti ini karena ia belum mengetahui apa tujuan dari gerakan tersebut.

Hmmm, kayaknya Ray kurang piknik nih. Jelas-jelas gerakan tagar punya visi ‘ganti presiden’ dan misi ‘ganti sistem pemerintahan’. Masa gitu aja enggak paham. Memangnya gerakan tagar itu lembaga swasta atau lembaga pemerintah, segala harus sebarin pamflet yang berisikan visi-misi yang jelas dan gamblang? Wkwkwk, isa ae bang.

Oh iya gengs, Ray juga sempat bertanya jika menyebut #2019gantipresiden apa itu artinya penggantinya adalah Prabowo? Atau #2019gantipresiden itu penggantinya nanti saja? Atau #2019gantipresiden yang sesuai dengan visi misi pendukungnya yang ingin merubah sistem negara?

Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin jawabannya: “Masuk Pak Ekooo”. Wkwkwk, bercanda gengs.

Btw, ada yang bisa jawab enggak tuh pertanyaannya Pak Eko? Eh, typo lagi, maksud eyke pertanyaannya Bang Ray gengs. Kalau eyke mah gampang aja jawabnya, pokoknya sudah jelas lah gerakan tagar ganti presiden itu minta Prabowo jadi presiden. Wong yang buat gerakannya kader PKS, masa sih penggantinya Christiano Ronaldo. Emang sanggup bayarin harganya yang mahal?Wkwkwk.

Sejauh ini Ray melihat pendukung gerakan #2019gantipresiden hanya terlihat tidak menyukai Jokowi untuk beberapa alasan. Beberapa di antaranya adalah isu pembengkakan utang negara, tenaga kerja asing, dolar yang terus naik, bahkan hanya karena Jokowi menggunakan stuntman saat tampil di pembukaan Asian Games 2018.

Alah, bang bang, ngapa stuntman yang dibawa-bawa ya? Duh, memang ya gengs yang namanya orang kalau udah enggak suka, apa pun yang dilakukan pasti terlihat buruk. Jadi berasa makan cokelat rasa tempe gitu. Wkwkwk.

Nah, intinya Ray itu masih bingung dengan visi misi gerakan tagar gengs. Meski demikian, ia tetap mendukung gerakan tagar yang hadir di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya setiap warga Indonesia harus menghargai perbedaan pendapat, tidak terkecuali pemerintah.

Dari pernyataan Ray di atas gengs, doi selaku pengamat kok jadi buat eyke bingung ya? Gerakan tagar memang sebuah pendapat dan memiliki hak untuk bersuara. Tapi masa sih kita harus larang pemerintah bubarin gerakan tagar itu? Share on X

Mbok Pilpres kan tinggal tahun depan, kalau mau ganti presiden ya nanti aja di bilik suara, atau nanti aja nunggu masa kampanye dimulai. Betul apa betul?

Daripada bikin rusuh lalu memprovokasi menjelang tahun Pilpres kayak gini, mending bantu cari solusi buat pemerintahan Jokowi dalam mengatasi kemungkinan terjadinya krisis ekonomi. Kalaupun Prabowo menang di Pilpres 2019 tapi Indonesia dalam keadaan krisis kan yang repot doi juga. Betul apa betul? (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...