HomeNalar PolitikTelepon FPI, Ini Lima Pesan Rizieq

Telepon FPI, Ini Lima Pesan Rizieq

Kecil Besar

Rizieq Shihab dan para anggota FPI di Indonesia sedang menjalani Long Distance Relationship (LDR). Akan tetapi, hal itu tidak jadi halangan bagi keduanya untuk tetap ‘hangat’. Kemarin Rizieq telepon FPI, Apa saja pesan Imam Besar itu?


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]K[/dropcap]amis (8/6) sore, menjelang waktu berbuka puasa, dari Arab Saudi, Rizieq Shihab menyapa anggota Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta melalui sambungan telepon. Dalam pembicaraan yang berdurasi sekitar tujuh menit itu setidaknya ada lima pesan yang disampaikan oleh Rizieq.

Pertama, Rizieq menghimbau anggota FPI untuk tetap sabar, tabah, dan melakukan perlawanan, baik melalui jalur hukum maupun politik.

Nah karena itu sekali lagi saya ingatkan sabar tidak ada batasnya, sekali lagi sabar tidak ada batasnya. Manakala kita diserang secara hukum, kita harus melawan juga secara hukum. Manakala kita diserang secara politik, kita juga harus melawan secara politik. Nah karena itu imbangi terus serangan-serangan lawan dengan serangan yang serupa, jangan kita berlebihan karena Allah tidak suka dengan apa-apa yang berlebihan,” ujar Rizieq kepada anggota FPI yang berkumpul di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI, Petamburan, Jakarta, untuk mendengarkannya.

Kedua, meski berada jauh di Arab Saudi, Rizieq menegaskan bahwa dirinya tetap memantau situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia.

“Saya tetap terus mengikuti semua perkembangan yang terjadi di Indonesia, karena walaupun juga saya tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab untuk menjaga umat, tanggung jawab untuk membela ulama, negara, mau pun bangsa, tanggung jawab untuk tetap memperbaiki Indonesia ke depan agar betul-betul menjadi lebih berkah lagi,” ungkap Rizieq.

Ketiga, Rizieq juga menghimbau kepada anggota FPI untuk tetap satu komando. Rizieq juga tidak ingin organisasi masyarakat yang didirikan pada 17 Agustus 1998 itu melakukan aksi apapun tanpa komando para ulama.

Baca juga :  Prabowo's Coffee Theory

“Kalau itu yang kita lakukan Insyaallah akan memberikan kemenangan untuk kita semua. Nasru minullah wa fathun qoriib wa bassyiri mu’minin. Pertolongan dan kemenangan datang dari Allah dan kemenangan itu sudah dekat. Sudah dekat, Wa bassyiri mu’minin dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman,” ujar Rizieq.

Selain tiga pesan yang bersifat menghimbau di atas, due pesan terakhir Rizieq berisi ucapan ucapan terima kasihnya kepada segenap massa dan individu yang telah mendukungnya.

Keempat, Rizieq berterima kasih kepada umat Islam yang mendukung perjuangannya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para habib, kepada para ulama, kepada para pimpinan majelis-majelis taklim, kepada pimpinan pondok-pondok pesantren, kepada seluruh aktivis Islam, kepada para tokoh, kepada segenap ormas mau pun LSM yang selalu setia mengikuti aksi-aksi bela Islam,” ujar Rizieq.

Selain itu Rizieq juga berharap mereka untuk dapat terus mengikuti aksi bela Islam dan aksi bela ulama ke depannya, baik yang digelar oleh Presidium Alumni 212, GNPF MUI, maupun yang digelar unsur-unsur Islam lainnya.

Kelima, Rizieq juga berterima kasih kepada tokoh-tokoh nasionalis yang selama ini juga turut mendukung perjuangannya

“Karena mereka sama seperti kita. Sama-sama cinta bangsa dan negara, sama-sama cinta NKRI yang berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu sekali lagi saya tidak bosan, saya selalu mengingatkan kepada umat Islam dimana pun Anda berada untuk bersatu, berjamaah, berjuang bersama, jangan kita terpecah belah,” kata Rizieq.

Di akhir telepon, Rizieq mengatakan kepada anggota FPI yang pada hari itu juga baru saja menggelar acara seribu yasin untuk ulama untuk tetap yakin bahwa mereka akan segera menyambut kemenangan dan dia mengajak seluruh umat Islam agar tetap berjuang membela agama, negara, ulama dan NKRI.

Baca juga :  Bongkar Deep State Dapur MBG?

Masih Diburu

Di tempat lain, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Muhammad Iriawan meminta Rizieq pulang dan menghadapi proses hukum.

“Sudahlah, pulang, hadapi. Kok takut banget sih, ada apa sih,” ujar Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/6).

Pernyataan tersebut disampaikan Iriawan setelah tersiar kabar bahwa Rizieq akan mengajukan long stay kepada pemerintah Arab Saudi. Jika langkah Rizieq itu berhasil, kemungkinan besar Rizieq tidak akan kembali ke Indonesia setelah masa berlaku visanya habis, 12 Juni 2017, nanti.

Hingga kini, Rizieq belum memenuhi panggilan pemeriksaan polisi terkait kasus WhatsApp berbau pornografi. Polda Metro Jaya kabarnya tengah mengajukan red notice kepada Interpol agar Rizieq bisa ditangkap dan dibawa pulang ke Indonesia. (H31)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

More Stories

Simpang Siur Suara Yusril

Heboh, kata Yusril, Jokowi sudah bisa digulingkan dari jabatan presidennya karena besarnya utang negara sudah melebihi batas yang ditentukan. Usut punya usut, pernyataan tersebut...

Elit Politik Di Balik Partai Syariah 212

Bermodal ikon '212', Partai Syariah 212 melaju ke gelanggang politik Indonesia. Apakah pembentukan partai ini murni ditujukan untuk menegakan Indonesia bersyariah ataukah hanya sekedar...

Blokir Medsos, Kunci Tangani Terorisme?

Kebijakan pemerintah memblokir Telegram menuai pujian dan kecaman. Beberapa pihak menilai, hal tersebut merupakan bentuk ketegasan pemerintah terhadap mereka yang turut memudahkan jaringan terorisme...